Banyuwangi (beritajatim.com) – Filippo Inzaghi banyak menorehkan catatan minus saat menukangi sejumlah klub di Serie A. Dia belum menunjukkan taji yang berarti jika dibandingkan saat menjadi pemain.
Pria berusia 50 tahun itu kini menukangi U.S Salernitana 1919 di Serie A. Legenda AC Milan dan Italia itu berada di pinggir lapangan sejak Oktober 2023 lalu, menggantikan pelatih sebelumnya yang membukukan hasil minor.
Sejauh ini, mantan striker yang sukses bersama Rossoneri itu telah menjalani 6 laga di Serie A dan 1 lah di Piala Italia bersama U.S. Salernitana 1919. Hasilnya, rata-rata masih jauh dari harapan.
Pertandingan awal saat dirinya kembali di pentas liga tertinggi di Italia, klubnya harus kalah dari Genoa, klub asuhan Alberto Gilardino. Wajar, mungkin masih dalam tahap adaptasi.
Asa kembali ada saat dirinya mengawal timnya melawan Sampdoria di putaran kedua Piala Italia. Hasil akhir cukup meyakinkan karena anak asuhnya mampu menang besar 4-0.
Baca Juga: Kiprah Inzaghi Bersaudara di Serie A, Bak Langit dan Bumi
Tapi, uforia di Piala Italia segera terhempas saat kembali di Serie A. Filippo Inzaghi harus tertunduk lesu di depan pendukungnya.
U.S. Salernitana 1919 tak mampu mengimbangi kedigdayaan sang juara bertahan Serie A, Napoli. Mereka kalah dua gol tanpa bisa berbalas.
Pekan berikutnya, Filippo Inzaghi menyiapkan tim lebih baik. Apalagi, notabene klub yang dihadapi jauh dari hingar bingar nama besar, yakni Sassuolo.
Permainan anak asuhnya semakin baik meski bermain di kandang lawan. Akan tetapi pengalaman Sassuolo di pentas Serie A memang jauh di atas U.S. Salernitana 1919 beberapa musim terakhir. Hingga akhir laga mereka berbagi poin 1, dengan skor akhir 2-2.
Tangan dingin Filippo Inzaghi masih terus dinanti oleh manajemen dan penggemarnya. Adakah pembuktian yang signifikan di atas lapangan dari sang legenda.
Dirinya kembali di uji saat bertugas menjamu SS Lazio di Stadio Arechi kandang U.S. Salernitana 1919. Keyakinan itu muncul saat dukungan publik sendiri menjadi penyemangat dirinya dan tim.
Walhasil, kakak kandung manajer Inter Milan, Simone Inzaghi ini berhasil menjawab tantangan para tifosi. Klubnya berhasil menang, Lazio dihajar 2-0.
Sayang, usai kemenangan itu tampaknya dewi fortuna kurang berpihak pada salah satu peraih gelar terbanyak di Liga Champions ini. Dua kali laga mereka harus menderita kekalahan yang sangat pahit.
Pertama kalah dengan Fiorentina dan terbaru dari anak asuh Thiago Motta yakni Bologna. Memang Serie A tampaknya kurang bersahabat dengan Filippo Inzaghi sebagai pelatih.
Meskipun, Super Pippo julukannya sempat menunjukkan besutan terbaik saat dirinya rela turun di kasta kedua Serie B. Namun, saat kembali di kasta tertinggi, justru kembali melempem.
Praktis 7 laga yang dilalui saat ini, Inzaghi membukukan 3 kali kemenangan, 2 di Serie A dan 1 kali di Piala Italia. Sementara sisanya 4 kali menderita kekalahan.
Kini, klub asuhannya harus terjerembab di dasar klasemen di posisi juru kunci dari 20 klub peserta Serie A. Jika, Filippo Inzaghi tak mampu bangkit, bukan tidak mungkin dirinya bakal menyusul pendahulunya. (rin/ted)






