Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa rumah warga di Dukuh Kupang, Kota Surabaya, akan dibongkar oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Eri mengungkapkan hal ini setelah melihat langsung kondisi kawasan Dukuh Kupang yang terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur Surabaya pada Kamis malam lalu.
Eri menjelaskan bahwa beberapa rumah menjadi penyebab banjir karena bangunannya telah menyempitkan saluran air dan menghambat alirannya. Oleh karena itu, rumah-rumah tersebut harus dibongkar.
“Saluran-saluran yang ada ini pertama, ternyata ditutup teras rumah. Sehingga ini nanti Insya Allah kita kembalikan menjadi saluran. Yang kedua, ada saluran yang mengecil, dan mengecil itu karena apa, karena dibangun rumah dan rumah itu saya yakin gak ono sertifikate (tidak ada sertifikatnya),” ujar Eri saat meninjau kawasan Dukuh Kupang untuk mengetahui penyebab banjir, Jumat 8 Desember 2023.
Sebelum melakukan pembongkaran, Eri akan mengadakan musyawarah dengan perangkat dan warga setempat. Terutama dengan pemilik rumah yang akan dibongkar.
Eri juga meminta dukungan dari semua warga untuk menyelesaikan masalah banjir yang sudah dialami warga Kampung Dukuh Pakis sejak tahun 1976.
Baca Juga: Eri Cahyadi Minta Polisi Segera Tangkap Penganiaya Satpol PP
Eri berharap pemilik rumah yang akan dibongkar bersedia mengorbankan sedikit demi kepentingan bersama. Baca Juga : Subsidi Transportasi, Cara Pemkot Surabaya Kendalikan Harga Bahan Pokok yang Makin Meroket
“Karena jangan sampai untuk kepentingan satu orang dua orang mengorbankan ratusan rumah. Jadi, nantinya teras-teras rumah dibongkar dulu jadi saluran,” pungkas Eri. Selain membongkar rumah warga, Pemkot Surabaya juga akan membuat drainase baru yang melewati di bawah jalan raya untuk mengalirkan air dari kawasan Dukuh Kupang atas sampai ke sungai. Pembangunan ini akan dimulai akhir Desember 2023 atau awal Januari 2024.
“Jadi kita potong nanti, nggak lewat perkampungan tapi kita lewatkan jalan. Yang perkampungan saluran kita betulkan juga kita kasih box. Jadi rumah-rumah yang di atasnya saluran yang ada teras-terasnya dibongkar dijadikan saluran,” tutup Eri. (ted)






