Sidoarjo (beritajatim.com) – Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya, Dr Rosidi Roslan S.IP, SKM, SH, MPH, MM menegaskan bahwa pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya pneumonia misterius ke Indonesia. Hal ini menyusul laporan peningkatan kasus pneumonia pada anak-anak di Tiongkok, yang diduga disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumonia.
“Sampai saat ini kami belum menemukan kasusnya, tetapi kami tetap meningkatkan kewaspadaan,” kata Rosidi pada Kamis (8/12).
Rosidi menjelaskan bahwa pneumonia misterius yang dimaksud adalah pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae. Bakteri ini merupakan penyebab umum pneumonia pada anak-anak dan orang dewasa.
“Gejala pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae biasanya berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, dan sesak napas,” kata Rosidi.
Untuk mengantisipasi masuknya pneumonia misterius ke Indonesia, KKP Kelas I Surabaya telah melakukan sejumlah langkah, antara lain:
- Meningkatkan pengawasan di pintu masuk negara, baik di bandara, pelabuhan, maupun pos lintas batas.
- Melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan gejala klinis terhadap pelaku perjalanan dari Tiongkok.
- Melakukan swab test terhadap pelaku perjalanan yang memiliki gejala klinis pneumonia.
“Jika ditemukan kasus pneumonia pada pelaku perjalanan, kami akan melakukan tracing terhadap kontak erat pasien,” kata Rosidi.
Rosidi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia mengatakan bahwa pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae dapat disembuhkan dengan antibiotik.
“Pneumonia ini berbeda dengan Covid-19 yang disebabkan oleh virus. Pneumonia ini dapat disembuhkan dengan antibiotik,” tandas Rosidi.[rea]






