Blitar (beritajatim.com) – Sejak awal tahun hingga bulan Desember 2023 ini, 14 warga Kabupaten Blitar terjangkit penyakit malaria. Belasan warga yang terserang malaria tersebut saat ini, masih menjalani pengobatan secara medis. Seluruh kasus ini merupakan impor dari luar wilayah alias endemis.
Anggit Ditya Putranto, Kepala Bidang Pencegahan & Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengatakan belasan pasien malaria tersebut kini telah menerima penanganan medis dari sejumlah rumah sakit. Dari informasi yang diperoleh oleh Dinkes Kabupaten Blitar, 14 kasus malaria tersebut yang keseluruhannya merupakan kasus impor dari luar wilayah.
“Kabupaten Blitar merupakan daerah bebas malaria & mendapat sertifikat eliminasi malaria, sehingga 14 temuan kasus ini semua merupakan kasus impor,” kata Anggit, Kepala Bidang Pencegahan & Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Jumat (08/12/23).
BACA JUGA:Jaringan Pengamatan Digital Gunung Kelud Blitar-Kediri Rusak Tersambar Petir
Keempat belas penderita malaria di Kabupaten Blitar ini diketahui semua memiliki riwayat bekerja di wilayah yang masih endemi malaria, seperti dari Kalimantan & Papua. Sewaktu disana diduga, keempat belas pekerja tersebut terserang penyakit malaria dan memutuskan pulang ke Blitar.
“Semua pernah bekerja di Kalimantan dan Papua yang merupakan wilayah endemi malaria,” tegasnya.
Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasomodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi parasit tersebut. Gigitan nyamuk membuat parasit masuk, mengendap di organ hati, dan menginfeksi sel darah merah.
Selain melalui gigitan nyamuk, terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan malaria dapat menyebar menjangkit manusia seperti melalui donor organ, transfusi darah, berbagi pemakaian jarum suntik, dan janin yang terinfeksi dari ibunya.
Di Indonesia, penyakit ini tergolong endemi karena terdapat beberapa daerah yang masih banyak menderita malaria terutama di wilayah Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Papua, Papua Barat, serta di sebagian wilayah Kalimantan dan Sumatra.
BACA JUGA:Gol Tunggal Vaiz Bawa Persid Jember Puncaki Klasemen Liga 3 Grup H Jatim
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar memastikan, 14 penderita malaria ini sudah mendapat penanganan seperti pengobatan untuk gejala malaria yang dimiliki.
“Semua sudah mendapatkan penanganan medis, kasus malaria import ini jauh lebih banyak dari tahun lalu,” tutupnya.
Kasus malaria di Kabupaten Blitar pada tahun 2023 ini jauh lebih banyak jika dibandingkan tahun 2022 lalu. Diketahui kasus malaria di Kabupaten Blitar pada tahun 2022 lalu mencapai 10 kasus.
Dan kini pada tahun 2023 kasus malaria di Kabupaten Blitar pun telah mencapai 14 kasus. Dinkes Kabupaten Blitar pun meminta warga yang bekerja di wilayah endemi malaria untuk selalu waspada akan ancaman penyakit tersebut. (Owi/Aje)






