Blitar (beritajatim.com) – Jaringan pengamatan digital yang berada di pos pantau Gunung Kelud Blitar rusak dan tidak bisa difungsikan.
Kerusakan itu terjadi setelah alat yang berfungsi untuk memantau aktivitas Gunung Kelud tersebut tersambar petir.
Alat jaringan pengamatan digital ini sudah rusak selama 4 hari lalu tepatnya usai tersambar petir pada Selasa (05/12/23). Usai tersambar petir alat pengamatan tersebut langsung tidak bisa berfungsi.
“Iya benar tersambar petir sejak dua hari lalu. Tanggal 5 pukul 15.57 WIB. Jaringan pengamatan digital tak berfungsi,” kata Pengamat Gunung Kelud, Dany Erlangga, Kamis (07/12/23).
Akibat rusaknya alat tersebut, transmisi penerima data digital pemantauan di Pos PGA pun mengalami kendala. Saat ini petugas sedang melakukan proses pemulihan jaringan transmisi tersebut.
Walau demikian, proses pemantauan masih tetap bisa dilakukan dengan cara manual. Pemantauan manual ini akan terus dilakukan sembari menunggu pemulihan jaringan transmisi yang sedang dikerjakan.
“Untuk pengamatan saat ini masih bisa menggunakan seismograf analog untuk perekaman gempa di sekitar Gunung Api Kelud,” jelasnya.
Pos pantau Gunung Api Kelud sendiri berada di radius sekitar 7,5 KM dari bibir kawah. Dengan posisi di ketinggian sekitar 688 MDP, lokasinya di Margomulyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.
Peristiwa petir menyambar Jaringan pengamatan digital itu pun sempat terlihat oleh petugas jaga disana. Choirul Huda, petugas jaga yang berada di pos pantau bersama seorang rekannya melihat langsung peristiwa tersebut.
“Ya kaget pas petir menyambar. Tapi kejadian seperti itu sudah biasa kami alami. Memang lokasinya rawan tersambar petir. Begitupun dengan Router wifi yang kami pasang di pos ini. Tahun kemarin malah tiga kali mati tersambar petir,” cerita Huda diujung telpon.
Baca Juga:
Cari Burung, Pria Kediri Hilang di Hutan Lereng Kelud
Bagi pengamat, rusaknya jaringan pengamatan digital di pos pantau Gunung api Kelud ini tidak menjadi kendala. Namun dari segi kecepatan penghitungan, proses kerja seismograf analog (manual) tentu butuh waktu lebih lama jika dibandingkan digital.
“Kami sudah pasang penangkal petir, ada lagi alat khusus untuk itu dari Jerman. Tapi ya gak berfungsi disini. Dan Router wifi ini sekalinya rusak gak bisa dibenerin. Stok di pos sini habis. Jadi kami lapor ke kantor pusat Bandung untuk dikirimi lagi,” tutupnya.
Hasil pengamatan manual hari ini, tingkat aktivitas Gunung Kelud level 1 atau normal. Namun masyarakat diimbau atau wisatawan tidak memasuki atau mendekati kawasan kawah aktif gunung api Kelud karena bisa terjadi aktivitas vulkanik tiba-tiba yang dapat mengancam keselamatan. (owi/ted)






