Pasuruan (beritajatim.com) – Meski sempat unggu satu gol, PSPK Kota Pasuruan akhirnya takluk pada Mitra Surabaya. Pertandingan liga 3 PSSI Jatim Grup G yang di gelar di Stadion R Soedarsono Kamis (7/12/2023) ini dimenangkan oleh Mitra Surabaya.
Kemenangan Mitra Surabaya dengan hasil 3 -2 ini akhirnya menyamai kedudukannya dipapan klasemen grup G mendampingi Persekabpas. Meski memenangkan oertandingan, Mitra Surabaya harus menerima satu pemainnya yang dipaksa wasit keluar lapangan karena mendapatkan kartu merah.
Kartu merah ini didapatkan oemain Mitra Surabaya setelah dua kali mendapatkan kartu kuning. Sehingga wasit, total mengeluarkan 11 kartu kuning dari kantongnya seoanjang 90 menit pertandingan.
Baca Juga: Perpustakaan Daerah Gresik Klaim Pengunjungnya Naik Dua Kali Lipat
Pada babak pertama, pertandingan berjalan biasa saja, kedua kesebelasan saling jual beli serangan berusaha untuk memasukkan bola ke dalam gawang lawan. Sampai peluit babak pertama berbunyi skor masih sama yakni 0 – 0.
Namun, hujan gol berlangsung saat peluit babak kedua kembali dibungikan, jual beli serangan semakin di tunjukkan oleh kedua kesebelasan. Gol pertama dilakukan oleh PSPK Pasuruan, kemudian disusul oleh Mitra Surabaya sehingga papan skor berubah menjadi 1 -1.
Permainan ngotot yang ditunjukkan oleh Mitra Surabaya akhirnya berbuah hasil, gol kedalam gawang Pspk Pasuruan akhirnya tercipta. Namun, merasa tak ingin tertinggal tim besutan Bambang Pujo ini terus menggempur pertahanan PSPK Pasuruan sehingga terjadinya gol.
Baca Juga: Perdagangkan Wanita, Mucikari Baday Dituntut 4 Tahun Kejari Surabaya
Setelah gol keempat tercipta, suasana semakin memanas, kedua kesebelasan sempat adu mulut dan sedikit menimbulkan keributan. Alhasil, kesebelasan PSPK Pasuruan yang melakukan kesalahan di dalam kotak pinalti akhirnya menjadi kesempatan emas bagi kesebelasan Mitra Surabaya, sehingga timbul gol.
Sampai peluit babak kedua ditiup, gol tak bertambah dan menjadikan Mitra Surabaya pemenang dalam pertandingan kali ini. Hal ini membuat pelatih Mitra Surabaya, Bambang Pujo merasa puas dengan tim besutannya.
“Babak pertama kami sudah melakuakan rencana yang sesuai dari strategi yang sudah kami susun. Lalu pada babak kedua, tekankan kepada tim agar lebih disiplin lagi, jadi ya ini hasilnya, kami sangat puas,” katanya.
Baca Juga: Pengasuh Tebuireng Jombang Apresiasi Program UMKM Meroket
Sementara itu pelatih PSPK Pasuruan, Mulyono mengatakan bahwa kekalahan timnya ini dikarenakan stamina pemain yang tidak optimal. Meskipun begitu, timnya tetap bermain agresif dalam 90 menit oertandingan berlangsung.
“Kekurangannya ya karena stamina pemain masih kurang. Tapi ini nantinya juga akan kami buat evaluasi pada pertandingan yang akan datang,” jelasnya. (ada/ian)






