Pasuruan (beritajatim.com) – Menanggapi banner PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) yang lepas kemudian terbuang di Kecamatan Purwosari, Ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pasuruan , Najib Martak angkat bicara. Najib mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui bahwa adanya banner PDIP yang lepas dan digantikan oleh banner miliknya.
Bahkan Najib baru saja mengetahui hal tersebut pada sore harinya setelah ramai diperbincangkan. Menurutnya banner tersebut lepas dan terbang terbawa angin hingga masuk sungai tanpa air.
“Saya baru saja tau kalau ada kejadian tersebut, karena saya sekarang ada di luar kota. Ya mungkin saja bannernya terbang kebawa angin, karena kemarin kan anginnya kencang,” katanya saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (5/12/2023).
BACA JUGA:PN Jombang Kecolongan, Terdakwa Kasus Penggelapan Pergi ke Solo saat Jadi Tahanan Rumah
Najib menambahkan bahwa dia akan memastikan bahwa tidak ada timnya yang melakukan pelepasan banner tersebut. Bahkan dirinya akan segera melakukan koordinasi dengan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan.
Saat ditanya terkait pelepasan banner karena adanya Ketua DPP PSI, Kaesang Pangarep di Pasuruan, Najib membantah hal tersebut. Menurutnya itu tidak ada sangkut pautnya dengan kedatangan Ketua DPP yang gagal bertemu dengan sejumlah pelaku UMKM.
“Itu tidak benar, tidak ada sangkut pautnya. Kalau itu dilepas PSI sendiri tidak ada caleg yang berada di dapil tersebut, jadi sudah tidak perlu dibesarkan lagi,” tambahnya.
Sementara itu dilain tempat Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Arie Yoenianto mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut. Dirinya akan mempelajarinya, karena tindakan pengerusakan APK merupakan tindak pidana pemilu.
“Laporan sudah diberikan ke Panwascam Purwosari. Karena pengerusakan APK merupakan dugaan tindakan pidana pemilu,” jelasnya. (Ada/Aje)






