Magetan (beritajatim.com) – Lima rumah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tersambar petir dan puluhan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang melanda pada Minggu (3/12/2023). Lima rumah tersebut berlokasi di Kelurahan Bendo, Kecamatan Bendo, sedangkan puluhan pohon tumbang menimpa kabel PLN di empat kecamatan.
Sambaran petir terparah menimpa rumah Gusmantoro alias Agus di Dusun Gandu RT/RW 21/09 Kelurahan Bendo, Kecamatan Bendo. KWH listrik miliknya rusak tersambar petir, menyebabkan TV 21 inch, STB, WiFi rusak serta tiga lampu putus.
Rumah terdampak akibat sambaran petir lainnya milik Hanik, dengan kerusakan satu unit TV. Juga rumah Dino Johan dengan kerusakan satu unit komputer dan sound system hingga terbakar.
Tidak sampai ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tetapi, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
“Saat itu hujan deras bercampur angin, tiba-tiba duar petir menyambar listrik rumah kami. Listrik mati, pada kWh listrik keluar asap. Saya anak dan istri syok saat itu, selain itu tetangga juga alami hal yang sama. Seluruh perangkat elektronik rusak,” kata Agus saat ditemui di rumahnya.
BACA JUGA:
Kesaksian Warga Ngawi saat Petir Sambar Rumah di Kedunggalar
Selain itu, dampak cuaca ekstrem di sekitaran Kecamatan Bendo menyebabkan ambruknya papan informasi di sekitar Monumen Soco, dengan kaca pelindung pecah. Pohon jenis jaranan berdiameter 90 cm tumbang menimpa pagar SDN 2 Soco.
Masih di Kecamatan Bendo, di Desa Tegalarum dilaporkan pohon jenis kluweh berdiameter 50 cm tumbang menimpa atap dapur rumah Slamet.
Pada Kecamatan Karas, pohon Sengon dengan lingkar 100 cm tumbang hingga menimpa kabel dan mengakibatkan 4 tiang listrik tumbang di Desa Sobontoro. Seluruh aliran listrik padam semalaman.
BPBD Kabupaten Magetan bersama TNI, Polri, PLN dan warga desa Sobontoro dan warga sekitar melakukan penanganan pemotongan pohon yang tumbang dan mengevakuasi kabel yang tertimpa hingga tengah malam tadi. Listrik pagi tadi baru menyala setalah pihak PLN melakukan perbaikan.
Cuaca ekstrem di sekitar Kecamatan Takeran dilaporkan menyebabkan pohon tumbang jenis jati berdiameter 60 cm, menimpa atap teras rumah milik Suyono Desa Tawangrejo. Pembersihan pohon tumbang seketika dilakukan oleh pemilik rumah dan dibantu warga sekitar.
BACA JUGA:
Hujan Disertai Petir, Peralatan Elektronik Warga Sampang Terbakar
Pihak BPDB Magetan saat ini terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan yang cepat dan efektif terhadap dampak cuaca ekstrim pada wilayah di atas. Masyarakat diimbau tetap waspada dan bersiap menghadapi potensi dampak lanjutan dari kondisi cuaca.
“Kami imbau masyarakat untuk hati hati dan waspada, cuaca ekstrim masih akan terjadi hingga sepekan kedepan. Bila hujan disertai angin kencang jangan berteduh di bawah pohon dan bangunan tua. Berhenti berkendara karena ancaman pohon tumbang bisa terjadi sewaktu-waktu,” kata Ari Budi Santosa, Kepala Pelaksana BPBD Magetan. [fiq/beq]






