Magetan (beritajatim.com) – Ukuran kue bolu rahayu atau bolu khas Magetan semakin menyusut. Kondisi ini terjadi imbah gula dan telur yang semakin mahal.
Produsen terpaksa mengecilkan ukuran bolu lantaran kenaikan harga gula dan telur ayam di pasaran. Adonan kue bolu yang biasanya satu sendok makan penuh, kini dibuat setengahnya.
Harga telur ayam saat ini mencapai Rp27 ribu per kilogram dari biasanya Rp24 ribu per kilogram. Pun, produsen bolu di Magetan biasanya menghabiskan 100 kilogram telur.
Untuk gula, harga per kemasan 50 kilogram kini mencapai Rp800 ribu dari sebelumnya Rp650 ribu. Hal ini membuat produsen kue bolu dilematis.
BACA JUGA:
104 Orang Terdeteksi HIV di Magetan Sepanjang 2023
“Kalau menaikkan harga bolu takutnya pelanggan malah nggak mau. Akhirnya, cara kami bertahan ya dengan memperkecil ukuran bolunya,” kata Ari Wibowo, produsen bolu di Desa Sidomukti, Plaosan, Magetan, Jumat (1/12/2023)
“Kalau ukuran diperkecil, pelanggan masih bisa menerima. Karena mereka juga paham kalau bahan bakunya juga saat ini mahal,” lanjut Ari.
BACA JUGA:
Magetan Raih Penghargaan Swasti Saba Padapa
Tiap harinya, Ari bisa memproduksi seribu kemasan kue bolu. Selanjutnya, kue bolu tersebut dipasarkan di Yogyakarta, Wonogiri, Tranggalek, Nganjuk, Madiun, dan Ngawi.
“Harapannya pemerintah bisa turun tangan untuk menstabilkan harga bahan baku kue bolu ini agar usaha kami bisa bertahan,” pungkasnya. [fiq/beq]






