Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, memperbaiki akses jalan dan gedung sekolah di kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Selama puluhan tahun akses jalan di sana tidak tersentuh pembangunan.
“Kurang lebih ada 13 kilometer jalan di Desa Andongrejo. Tahun ini kami kerjakan satu kilometer. Insyaallah tahun depan kami lanjutkan sampai Pantai Bandealit,” kata Bupati Hendy Siswanto, saat meninjau proyek peningkatan jalan menuju Pantai Bandealit, Rabu (29/11/2023).
Hendy juga berjanji memperbaiki infrastruktur bangunan Sekolah Dasar Negeri 03 Andongrejo. “Insyaallah tahun depan kami akan perbaiki dua (bangunan) lokal, dan mem-paving halaman sekolah,” katanya.
“Ini sekolah yang terletak paling ujung di Jember, sangat terpencil. Akses jalan, listrik, internet selama ini terbatas. Ini problem pada saat pandemi Covid, proses belajar-mengajar sangat terpengaruh karena tidak ada internet dan listrik,” kata Hendy.
Selain sekolah dasar negeri, di sana juga ada Sekolah Menengah Pertama Negeri 04 Tempurejo. “Sarana dan prasarananya juga bermasalah, tidak pernah disentuh. Insyallah tahun ini dan tahun depan, kami akan sentuh dua sekolah sehingga bisa sama dengan sekolah-sekolah di kota Jember,” kata Hendy.
Hendy mengatakan, kawasan Taman Nasional Meru Betiri memiliki banyak keunggulan potensi. “Di sini ada potensi edukasi hutan. Banyak pepohonan yang harus kita jaga. Dengan adanya fasilitas jalan yang bagus, masyarakat harus sama-sama menjaga hutan kita,” katanya.
“Hutan harus lestari dan bagus. Bukan dengan adanya jalan, hutan menjadi tidak lestari. Justru ketika ada jalan ini, kewajiban masyarakat untuk menjaga hutan. Di sini juga ada pohon rafflesia yang sangat langka. Harapannya akan ada edukasi tentang environment, pepohonan yang berusia ratusan tahun,” kata Hendy.
“Di sini juga ada wisata Pantai Bandealit yang sangat eksoktik, dan insyallah akan membuat masyarakat dunia tertarik berkunjung ke sini. Jika itu semua berjalan baik, masyarakat mendukung, kondusivitas terjaga, keamanan terjaga, maka akan terjadi gerakan ekonomi yang luar biasa,” kata Hendy. [wir]






