Pasuruan (beritajatim.com) – Polres Pasuruan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Endang Sukowati di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Rekonstruksi tersebut dihadiri sejumlah keluarga korban.
Saat pelaku keluar dari mobil tahanan Polres Pasuruan, terjadi adegan dramatis. Keluarga korban, terutama saudara tertuanya, Rini, tidak dapat menahan emosi.
“Saya mau lihat mukanya seperti apa pelaku, pembunuh adikku,” ungkap Rini yang terisak pada Rabu (29/11/2023).
Lilik, saudara korban lainnya, juga bersuara keras ketika adegan rekonstruksi dilakukan di luar rumah. Dia menuntut transparansi saat pelaku menampilkan adegan kejadian.
“Kenapa memakai helm? Lepaskan helmnya! Lepaskan topengnya, jangan sembunyikan wajahnya. Polisi tidak adil,” teriak Lilik.
BACA JUGA:
Pengakuan Pelaku Saat Jengkel dan Bunuh Wanita di Gempol
Tetangga-tetangga korban juga menyampaikan rasa simpati atas meninggalnya Endang Sukowati. Mereka mengingat bagaimana Endang kerap melakukan sedekah dan memperlihatkan kedermawanannya kepada tetangga di sekitarnya.
“Ibu Endang sering membantu, memberikan pakaian kepada ibu-ibu di sini. Orang-orang janda juga sering mendapat bantuan dari beliau,” ungkap salah seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya.
BACA JUGA:
Kronologi Pembunuhan Perempuan di Gempol Pasuruan
Sebelumnya, Endang Sukowati ditemukan meninggal secara misterius pada Selasa (7/11/2023). Saat suaminya, Sugiyanto, pulang dari kerja, Endang ditemukan dengan luka-luka di tubuhnya di dalam kamar. Peristiwa tragis ini meninggalkan duka mendalam di lingkungan mereka. [ada/beq]






