Jember (beritajatim.com) – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, memandang perlunya pemerintah daerah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan APBD.
“Hal ini dapat dilakukan dengan mempermudah akses masyarakat terhadap informasi APBD, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD, dan meningkatkan pengawasan masyarakat terhadap pengelolaan APBD,” kata Sugiyono Yongky Wibowo, juru bicara Fraksi PPP, dalam sidang paripurna pengesahan Anggaran Pendapatam Belanja Daerah 2024 di gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (27/11/2023) malam.
Transparansi, ini menurut Yongky, penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. “Kami juga memandang perlunya pemerintah daerah dapat meningkatkan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) secara optimal,” katanya.
“Hal ini penting untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan transfer. Program-program tersebut dapat berupa peningkatan pungutan pajak, retribusi, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah,” kata Yongky.
Fraksi PPP berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi belanja daerah. “Hal ini penting untuk memastikan bahwa anggaran yang telah dialokasikan dapat digunakan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Yongky.
Yongky mengingatkan, program-program tersebut dapat berupa peningkatan kualitas perencanaan belanja, pelaksanaan belanja yang tepat sasaran, dan pengawasan belanja yang ketat.
Salah satu program terpenting adalah penanganan tengkes (stunting). “Harapan kami anggaran stunting tidak hanya menyiapkan anggaran sosialisasi saja tetapi harus dengan tindakan lanjut seperti pemberian makanan 4 sehat 5 sempurna. Hal ini dikarenakan sosialisasi saja tidak cukup untuk menekan angka stunting,” kata Yongky.
Selain itu, PPP memandang perlunya usaha mikro kecil menengah, pertanian, dan pariwisata mendapat perhatian dalam penambahan postur anggaran. “Harapan kami Pemerintah Kabupaten Jember memperhatikan nasib UMKM dengan pemberian bantuan modal, alat, dan fasilitas tempat,” kata Yongky.
“UMKM merupakan salah satu sektor perekonomian yang penting dalam pembangunan daerah. UMKM dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Yongky. [wir]






