Banyuwangi (beritajatim.com) – Nelayan Banyuwangi sambat terkait kesejahteraan yang tidak kunjung didapat kepada Komjen Pol (Purn) Luki Hermawan, Deputi Kinetik Teritorial TPN Ganjar Presiden (TPN GP) saat berkunjung ke Pantai Plengsengan Boom, Senin (27/11/2023).
300 nelayan yang hadir saling berkomunikasi dengan Luki Hermawan yang juga didampingi oleh Ketua TPD Jatim Laksamana Madya (Laksdya) TNI (Purn) Agus Setiadji. Mereka menyampaikan bahwa sampai saat ini mereka masih belum bisa dikatakan sejahtera mengingat harga biaya hidup, biaya melaut dan pendidikan yang kian mahal.
“Kami adalah nelayan kecil yang harus menanggung biaya hidup sangat mahal. Bahan pokok dan biaya melaut terus naik. Pendidikan yang dibutuhkan putra putri kami mahal. Biaya kesehatan juga membuat kami harus mengikat pinggang erat-erat,” ujar salah satu perwakilan nelayan Banyuwangi.
Baca Juga: Masa Kampanye Sudah Tiba, Ganjar: Kalau Dihalangi Kita Tabrak!
Nelayan Banyuwangi pun berharap agar ada perubahan kebijakan nantinya ketika Ganjar dan Mahfud MD memenangi Pemilu 2024. Mereka pun siap untuk mendukung penuh Ganjar Pranowo menjadi presiden.
“Dalam kesempatan ini kami menyampaikan harapan yang lahir dari hati kami. Sebagai nelayan kecil kami nelayan banyuwangi berupaya bapak ganjar dan bapak mahfud menjadi presiden dan wakil presiden periode 2024-2029,” imbuh perwakilan Nelayan.
Keresahan para Nelayan Banyuwangi itu dijawab oleh Agus Setiadji, Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Jawa Timur. Sebagai orang yang besar di Angkatan Laut (AL) ia memahami banyak aturan dan kebijakan pemerintah yang tumpang tindih dan tidak berpihak pada nelayan. Ia mencontohkan terkait kebijakan pemerintah terkait dukungan bahan bakar. Dalam kajian Agus, kebijakan Itu hanya menguntungkan sebagian pihak.
Baca Juga: Masuki Musim Penghujan, PMI Pamekasan Tetap Distribusikan Air Bersih
“Kita akan sampaikan keluhan-keluhan yang ada ke Pak Ganjar dan Pak Mahfud. Di luar negeri nelayan itu sudah sejahtera. Kenapa kita yang ⅔ nya adalah wilayah laut malah nelayan belum sejahtera,” ujar Agus Setiadji.
Di hadapan para nelayan, purnawirawan Jenderal bintang 3 Angkatan Laut itu berjanji akan segera menyampaikan ke Ganjar-Mahfud MD agar menjadi prioritas utama. Karena baginya, nelayan adalah salah satu tonggak agar bangsa Indonesia mempunyai ketahanan pangan yang kuat.
“kami sudah paham yang dihadapi nelayan. Nelayan ini salah satu warga yang terpinggirkan belum tersosialisasikan dengan baik bagaimana mereka berjuang untuk kehidupan keluarga dan belum layak. Insya Allah kedepan semakin baik,” tutur Agus.
Baca Juga: Baru Satu Bulan, Kanopi Parkir Dinas Pemadam Kebakaran Sampang Sudah Bengkok
Sementara, Luki Hermawan menegaskan bahwa salah satu program prioritas Ganjar adalah masalah ekonomi biru yang menjadi jawaban untuk masalah para nelayan. Dengan 77% wilayah Indonesia adalah laut, Ganjar mempunyai gagasan agar bisa memaksimalkan hasil laut sebagai pendorong utama Produk Domestik Bruto (PDB) yang hanya menyentuh 7,6% dari total keseluruhan.
“Begitu pula masalah asuransi untuk para nelayan. Karena nelayan ini luar biasa menghadapi bahaya di laut apabila musim penghujan dan iklim tidak menentu. Makanya pak Ganjar dan pak Mahfud mengangkat program-program prioritas untuk mensejahterakan Nelayan,” tegas Luki. (ang/ian)






