Surabaya (beritajatim.com) – Gelaran Piala Dunia U17 rupanya menjadi ajang inspirasi bagi sebagian pelatih sekolah sepak bola di provinsi Jawa Timur. Hal ini dikatakan Amir Burhannudin, selaku Wakil Ketua PSSI Jawa Timur.
Menurutnya, gelaran internasional ini sangat berharga bagi para pemiliki klub sepak bola yang tengah melakukan pengembangan sepak bola usia dini.
Para pemilik klub atau pelatih SSB tinggal memilih bagaimana jenis pembinaan usia mudai usai melihat langsung negara yang mengikuti Piala Dunia U17 di Surabaya. Mereka bersaing dengan kualitas masing-masing tim.
“Sisi lain dari adanya acara besar ini adalah semua mode pembinaan sepak bola usia dini di seluruh dunia sekarang sudah bisa dipakai oleh Indonesia. Mau yang bagaimana pola pengembangannya,” kata Amir, Minggu (26/11/2023).
BACA JUGA: Federasi Harus Evaluasi Pasca Keterpurukan Timnas Indonesia di Piala Dunia U17
Pertimbangan ini, lanjut Amir, menjadi salah satu bahan pembicaraan para pelatih yang saat ini tengah konsentrasi dengan materi pembinaan sepak bola usia dini. “Para pelatih SSB kemarin banyak saya temui di stadion. Mereka melihat pertandingan beberapa negara. Harapannya mereka bisa sinergikan dengan penerapan dan cara mempelajari sepak bola modern usia dini,” imbuhnya.
Bahkan CEO Deltras FC ini mengatakan, diharapkan Asprov Jawa Timur juga bisa menyinergikan bagaimana pengelolaan sepak bola usia dini dari beberapa negara yang bertanding di Surabaya. Tentu saja dengan beberapa rumusan yang sudah dibuat oleh PSSI Jatim seperti SSB terafiliasi atau silabus pengembangan sepak bola di Jawa Timur.
“Kolaborasi ini bisa diterapkan, ilmu dari beberapa negara yang mereka amati ini bisa dikombinasikam dan di praktikkan di beberapa event yang digelar oleh Asprov seperti Suratin U13, U15 dan U17,” tambahnya.
BACA JUGA: Petugas Ubah Sistem Kepulangan Suporter Piala Dunia U17 di Surabaya
Yang terpenting, menurut Amir, mengaplikasikan cara pembinaan dari negara lain tidak masalah dan tinggal pilih saja negara mana dari tim di Piala Dunia U17. Sehingga pelatih tinggal menjalankan dan tidak lepas dari filosofi sepak bola.
Tak dipungkiri dalam gelaran Piala Dunia U17 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya kemarin banyak bertabur tokoh. Baik dari para pemain sepak bola, pemilik klub hingga para pelatih akademi atau SSB mengamati bagaimana pembinaan timnas negara lain dalam event dunia meski di usia 17 tahun. [way/suf]






