Malang (beritajatim.com) – Ada hal menarik dalam suasana perhelatan wisuda yang berlangsung di Graha Polinema, ketika jajaran direktur menyanyikan lagu Ojo Dibandingke dengan tiga bahasa, yaitu Jepang, Inggris, dan Jawa. Direktur Polinema bersama Wakil Direktur 1, 2, 3, dan 4 terlihat asik bergoyang usai prosesi wisuda berlangsung.
Menurut Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., penggunaan tiga bahasa oleh jajaran direktur menunjukkan sikap dan rencana jangka panjang Polinema. Bahasa Jepang sebagai representasi Asia Pasifik, Polinema dalam rangka berdaya saing tingkat global dimulai dari Jepang.
“Sebenarnya bahasa ini symbol, menjadikan kampus bereputasi tingkat global, tanpa melupakan nilai lokal di lingkungan Malang dan Jawa Timur, Kita tetap menggunakan bahasa Jawa,” ujar Supriatna, Sabtu (25/11/2023) Siang.
Baca Juga: 4 Wisata Alam di Magetan yang Wajib Dikunjungi Saat Weekend
Pihaknya berharap lulusan Polinema secara karakter tetap bisa mencerminkan orang Indonesia yang berattitude sekaligus mampu, bersaing tingkat global. Sementara itu, bahasa Inggris sebagai simbol persaingan global yang menggunakan bahasa Inggris.
“Kami terus mengupayakan program untuk alumni di dunia internasional, beberapa aktivitas alumni ada yang di Ceko, terbaru kita kirim 11 alumni untuk ikut magang dan bekerja di sana. Itu dari teknik mesin yang relevan dan berkaitan dengan kerja permesinan di Ceko,” ujar Direktur kepada media.

Tidak hanya itu, Polinema juga mempunyai program academia industri ke Taiwan sebagai upaya mempekerjakan lulusan ke luar negeri. Ada pula kerja sama dengan mitra di Swiss.
“Intinya kami memberi rekrutmen perusahaan di luar negeri. Upaya mendorong keterserapan dunia kerja kita rutin adakan job fair agar juga memenuhi target IKU yang ditetapkan Kemdikbud Ristek. Tahun 2023 ini, kita , mengejar target semaksimal agar semakin tinggi dari tahun 2022 dalam hal keterserapan dunia kerja,” tegas Supriatna.
Sementara itu, Wakil Direktur 1, Dr. Kurnia Ekasari, S.E., M.M., Ak., menyampaikan bahwa wisuda ke-64 ini diikuti sebanyak 654 yang didominasi Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kediri sebanyak 411 orang. Program Sarjana Terapan/Diploma IV sebanyak 157 orang dan Program Diploma III sebanyak 91 Orang.
Baca Juga: Yenny Wahid Berdialog dengan Kolega di Lesehan Simpang Dukuh Surabaya
Adapun lulusan terbaik diraih oleh Anjuna Amelya untuk untuk jenjang Diploma IV. Ame, sapannya adalah lulusan Program Studi D-IV Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional yang meraih predikat cumlaude dengan IPK 3.93.
Kemudian, Febrian dinobatkan sebagai lulusan terbaik jenjang Diploma III. Ia adalah lulusan Program Studi D-III Akuntansi asal Kabupaten Malang ini berhasil meraih predikat cumlaude dengan IPK 3.92.
Ahmad Choirul Huda sebagai wisudawan dari Prodi D-III Manajemen Informatika PSDKU Kediri berhasil meraih predikat Cumlaude dengan IPK 3,95. Dengan prestasinya itu, Choirul, yang punya hobi membaca komik dan novel menjadi lulusan terbaik Polinema untuk PSDKU. (dan/ian)






