Jakarta (beritajatim.com) – Kampanye terbuka untuk pemilihan presiden dan wakil presiden 2024 akan dimulai pada 28 November hingga 10 Februari 2024. Kampanye ini merupakan tahapan penting sebelum masyarakat menggunakan hak pilihnya pada 14 Februari 2024.
Salah satu kandidat presiden, Ganjar Pranowo, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga suasana kondusif selama kampanye terbuka berlangsung. Ia juga menghormati semua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang telah mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Saya harap kita semua bisa menghargai aturan yang ada agar pemilu bisa berjalan jujur dan adil. Saya harap kita semua bisa menjaga suasana yang damai dan saling menghormati perasaan,” kata Ganjar saat ditemui usai menghadiri acara Indonesia Milenial and Gen Z Summit 2023 di Senayan Park Jakarta, Jumat (24/11/2023).
Baca Juga: Ganjar Kunjungi Romo Magnis, Bahas Kemerosotan Etika Demokrasi
Ganjar juga meminta para calon presiden dan wakil presiden untuk berkomunikasi dengan baik kepada simpatisan dan pendukungnya masing-masing. Tidak perlu ada ketegangan atau gesekan yang tidak perlu selama kampanye dilakukan.
“Karena ini adalah proses yang terjadi setiap lima tahun sekali. Kadang ada yang menarik, kadang ada yang tegang, tapi besoknya kita bisa bersahabat lagi. Jadi ini sebenarnya adalah proses yang biasa saja,” ujarnya.
Ganjar menambahkan bahwa Indonesia sudah sering mengadakan pemilu. Oleh karena itu, sudah banyak pengalaman yang dimiliki oleh masyarakat yang seharusnya membuat kualitas demokrasi semakin baik.
“Kita perlu dewasa untuk berada di tingkat itu. Kita perlu saling menghormati perasaan,” tegasnya.
Mengenai rencana kampanye dan daerah yang akan dikunjungi, Ganjar mengatakan akan mengikuti jadwal yang sudah ditentukan.
“Nanti kita ikuti jadwalnya, mungkin saya mulai dari Indonesia Timur,” tutupnya. (ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”pilpres-2024″]






