Surabaya (beritajatim.com) – Meskipun tawas telah lama diakui sebagai bahan alami yang aman, tetapi penggunaan tawas sebagai pengganti deodoran juga dapat berpotensi membuat kulit ketiak jadi iritasi. Benarkah demikian? Begini penjelasannya.
Melansir dari situs kesehatan Healthline, penggunaan tawas dengan kadar yang terlalu tinggi dapat menimbulkan reaksi iritasi pada kulit, serta berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang cukup berbahaya.
Meski banyak produk kulit, termasuk deodoran, menggunakan tawas sebagai salah satu bahan untuk mengontrol kuman dan mengurangi bau badan. Namun, perlu diingat bahwa setiap produk kulit memiliki batasan kadar tawas yang diperbolehkan. Kadar yang melampaui batas ini dapat menjadi pemicu reaksi iritasi pada kulit yang sensitif.
BACA JUGA:Polisi Gresik Dicurhati Warga Soal Balap Liar
Reaksi iritasi yang mungkin timbul akibat penggunaan tawas yang berlebihan dapat mencakup kemerahan, gatal-gatal, dan keringat berlebih pada area yang terkena. Meskipun gejalanya umumnya dapat mereda dengan pengobatan yang tepat, tetapi luka iritasi tidak mudah sembuh, hal itu bisa terjadi karena disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur.
Pentingnya perawatan luka dengan tepat menjadi sorotan khusus, karena jika tidak diobati dengan benar, kulit yang terluka dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri dan jamur. Infeksi ini dapat mengakibatkan komplikasi yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Sebagai langkah pencegahan, dokter kulit dan kelamin biasanya akan menyarankan untuk selalu memperhatikan batasan penggunaan tawas dalam produk kulit.
BACA JUGA:Mentan Janji Hapus Aturan Berbelit Soal Distribusi Pupuk
Penggunaan yang berlebihan atau tidak sesuai dengan petunjuk penggunaan dapat meningkatkan risiko reaksi iritasi. Lebih lanjut, bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, memilih produk perawatan kulit yang lebih lembut dan sesuai dengan kebutuhan kulit dapat menjadi alternatif yang lebih aman.
Dengan demikian, sementara tawas dapat menjadi pilihan alami untuk mengatasi masalah bau badan, penting bagi pengguna untuk tetap bijak dalam penggunaannya dan selalu mengutamakan kesehatan kulit.
Peringatan ini menjadi pengingat untuk lebih memahami dan memahami batasan penggunaan tawas agar manfaatnya dapat dinikmati tanpa menimbulkan risiko kesehatan yang tidak diinginkan. (Fyi/Aje)






