Mojokerto (beritajatim.com) – Sentra IKM (Industri Kecil Menengah) Batik Kota Mojokerto bakal menjadi barometer pengembangan industri batik nasional. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin RI Reni Yanita saat berkunjung ke Kota Mojokerto, Jumat (24/11/2023).
“Kalau melihat progres bangunan dan pemanfaatannya, bangunan ini nantinya bisa jadi barometer pengrajin batik seluruh Indonesia. Kalau ingin mengembangkan sentra IKM batik ya seperti ini pembangunan gedung sentra IKM batik tersebut bersumber dari DAK Kemenperin senilai Rp18 miliar,” jelasnya.
Sesuai jadwal, proyek tematik penunjang pariwisata daerah di Kota Mojokerto imi bakal diresmikan 7 Desember 2023. Kota Mojokerto terpilih menjadi penerima Dana Alokasi Khusus Fisik Kementerian Perindustrian (DAK Kementerian) Sentra IKM Batik, lantaran industri tersebut berkembang pesat.
BACA JUGA: Batik Kontemporer Karya Pembatik Kota Mojokerto Tampil di JMFW 2024
“Progres bangunannya sudah 75 persen, harapan kita pada 2 Desember nanti sudah 100 persen sehingga tanggal 7 Desember bisa di-launching oleh Pak Menteri. Terbukti dari banyaknya jumlah pengrajin serta banyaknya motif batik yang sudah didaftarkan di HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual),” urainya.
Reni menambahkan, jika ada 103 motif yang sudah mengantongi HAKI, selain itu para perajinnya juga sudah mendapatkan sertifikat kompetensi. Menurutnya, hal tersebut menandakan pengrajin batik di Kota Mojokerto selalu aktif untuk menciptakan ide dan desain guna memenuhi permintaan pasar.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyambut baik kunjungan Dirjen IKMA. “Kita tentunya bersyukur, kota yang kecil ini mendapat amanah dari Kemenperin untuk DAK Fisik sentra IKM batik. Karena di seluruh Indonesia hanya segelintir saja daerah yang memiliki sentra ikm tersebut,” ujarnya.
Kedepan, Ning Ita (sapaan akrab, red) berharap, Sentra IKM bisa dikelola dengan baik untuk pengembangan industri batik Kota Mojokerto. Sehingga diharapkan batik di Kota Mojokerto agar lebih dikenal lagi di kancah nasional atau bahkan internasional.
“Jadi di situ semuanya untuk penampung para perajin batik di Kota Mojokerto, yakni untuk melakukan produksi bersama-sama. Nanti di sana IPAL-nya besar sehingga mereka bisa leluasa pengembangan teknik pewarnaan dan juga menerima order dalam jumlah besar,” pungkasnya.
Sekedar informasi, kunjungan Dirjen IKMA ke Kota Mojokerto ini diterima langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ning Ita di Kantor Pemkot Mojokerto. Selain mengunjungi sentra IKM Batik, rombongan juga mengunjungi Pusat Grosir Sepatu (PGS) Kota Mojokerto. [tin/suf]







