Surabaya (beritajatim.com) – Polisi masih kesulitan untuk mengungkap identitas mayat yang ditemukan oleh operator excavator PT Jasa Tirta, Kamis (23/11/2023) kemarin. Kendala itu disebabkan kondisi jenazah yang sudah mengalami pembusukan sehingga sidik jari dan wajah sudah tidak berbentuk.
“Untuk identifikasi wajah dan sidik jari sudah tidak bisa dilakukan,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono kepada Beritajatim.com, Jumat (24/11/2023).
Selain kesulitan mengidentifikasi wajah dan sidik jarinya, polisi juga tidak menemukan ciri-ciri khusus pada korban. Seperti tato, tanda lahir dan lain-lain. Polisi pun mengambil langkah dengan mengambil sampel beberapa organ untuk diperiksa. Selain itu, nantinya organ yang diambil sampel itu akan berguna ketika ada orang yang kehilangan anggota keluarga untuk melakukan tes DNA.
“Sementara kami ambil sampel beberapa organ untuk antisipasi cek DNA apabila ada yang merasa sebagai keluarga untuk pencocokan. Serta nanti kami akan umumkan pakaian yg digunakan,” imbuh Hendro.
Hendro belum bisa memastikan penyebab kematian dari mayat tersebut. Selain itu, dari pemeriksaan luar polisi belum menemukan tanda-tanda kekerasan sehingga harus menunggu hasil otopsi oleh dokter forensik.
“Untuk luka-luka luar atau penyebab kematian kami masih menunggu hasil autopsi. Karena memang kondisi jenazahnya sudah tidak bagus,” pungkas Hendro.
BACA JUGA:
Warga Surabaya Temukan Mayat Tanpa Identitas di Sungai Bibis Karah
Diketahui, Warga Surabaya digegerkan dengan temuan mayat tanpa identitas di sungai Bibis Karah, Jambangan, Kamis (23/11/2023) sore. Mayat tanpa identitas itu mengenakan baju warna merah dengan celana kain warna abu-abu berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan berusia 45 tahun.
Mayat yang belum diketahui identitasnya itu pertama kali ditemukan oleh Slamet (52) petugas ekskavator dari PT Jasa Tirta yang sedang membersihkan sampah di sungai Bibis Karah. [ang/but]






