Lamongan (beritajatim.com) – Persekat Tegal harus takluk dengan skor 3-1 saat bertandang ke markas Persela Lamongan, Minggu (19/11/2023) malam. Persekat awalnya sempat unggul lebih dulu lawan Persela Lamongan, sebelum tim tuan rumah membalikkan keadaan.
Gol semata wayang Persekat Tegal dicetak oleh Kahar pad menit ke-42.Sedangkan 3 gol balasan Persela Lamongan dicetak oleh Dohyun Kim di menit 45+4, kapten tim Zulham Zamrun di menit 63, serta Jonathan Campbell di menit 76.
Menurut Pelatih Persekat Tegal, Mial Balebata Armand, timnya kalah pengalaman dari Persela Lamongan. Dia juga menyebut, sudah berupaya untuk memberikan permainan terbaiknya.
BACA JUGA:Pelatih Gresik United Resmi Mengundurkan Diri
“Kami sudah berikan yang terbaik, walaupun kita kalah pengalaman. Saya tanggung jawab semua yang terjadi. Selamat kepada Lamongan atas kemenangannya. Ini adalah pembelajaran yang sangat berharga,” kata Mial Balebata Armand, usai laga.
Pelatih kelahiran Douala, Kamerun, 8 Oktober 1982 ini juga mengungkapkan, pihaknya akan berupaya untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi. Dia menyebut, masih ada sisa 3 pertandingan yang harus dimaksimalkannya.
“Kami belajar untuk mempersiapkan setelah ini untuk 3 pertandingan sisa di putaran ini. Insya Allah, target kami akan sapu bersih 3 pertandingan sisa tersebut. Baru nantinya bisa liat siapa yang nantinya masuk 3 besar,” tuturnya.
Menyikapi 3 gol Persela yang berasal dari bola mati, Mial menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh pergerakan lawan yang gagal diantisipasi oleh para anak didiknya.
Adapun 3 gol dari bola mati itu berawal dari tendangan bebas usai pelanggaran, eksekusi penalti karena handball dan tendangan pojok yang diraih oleh Persela. Pelatih Persekat menilai, ada beberapa gol yang tak semestinya terjadi.
BACA JUGA:Pelatih Gresik United Rudy Eka Priyambada di Ujung Tanduk
“Konsentrasi pemain sempat buyar saat gol pertama, kemudian juga emosi para pemain. Semua orang kayaknya melihat ini bukan pelanggaran, kasihan, anak-anak Persekat ini pemula, mereka belum stabil, kami akan belajar dari beberapa kesalahan yang kami berikan kepada lawan,” papar Mial.
“Dari gol bola mati, yang sebenarnya bukan pelanggaran, tapi anak-anak terbawa emosi karena intensitas tinggi pertandingan. Ini akan jadi salah satu pelajaran bagi saya untuk pertandingan berikutnya,” imbuhnya.
Sebagai informasi, dari hasil pertandingan yang dilakoni oleh Persekat Tegal, kini tim berjuluk Laskar Ki Gede Sebayu ini harus rela berada di posisi 5 grup C liga 2. Persekat mengantongi 9 poin dari total 9 laga yang dijalaninya. (Riq/Aje)






