Ponorogo (beritajatim.com) – Kerugian hanya materi, bisa dicari lagi, Allah Maha Kaya. Kalimat itulah yang diungkapkan oleh Indra Faud Anwar, pemilik toko perabot rumah tangga di Ponorogo yang mengalami kebakaran. Si jago merah melahap semua isi bangunan 2 lantai yang berada di jalan Banda Kelurahan Mangkujayan Ponorogo itu.
“Satu lagi, kerugian materi bisa dicari lagi, Allah Maha Kaya,” kata Indra menutup keterangannya di hadapan awak media terkait kebakaran yang melanda tokonya, Jumat (17/11/2023).
Saat awal kebakaran terjadi, Indra menceritakan bahwa dirinya dengan anak dan istri sedang istirahat di lantai 2 yang dijadikan rumah. Sebab, lantai 1, ia gunakan untuk toko perabotan rumah tangga. Mendapatkan informasi kebakaran, Ia dan keluarganya langsung turun, saat itu api sudah membakar sekitar 5 persen di lantai 1.
“Saya, anak dan istri lagi istirahat di lantai 2. Kemudian terjadi kebakaran, kita langsung turun,” katanya.
BACA JUGA: Kebakaran Toko di Ponorogo, Awalnya Dipicu Kasur Busa Terbakar
Waktu turun itu, Indra dengan beberapa karyawan mencoba memadamkan api. Namun, tidak ada alat pemadam sama sekali, sehingga menggunakan alat seadanya. “Saya awam tahu kebakaran ya panik. Tidak ada alat pemadam kebakaran,” katanya.
Ketika api mulai membesar dan tidak mungkin bisa dijinakkan, dirinya beserta keluarga dan 8 pegawainya menyelamatkan diri, sambil menghubungi pemadam kebakaran. Ia tidak ambil risiko, dengan menyelamatkan diri, keluarga dan karyawannya. “Tidak ada korban jiwa, api membesar kita menyelamatkan diri,” katanya.
BACA JUGA: Breaking News: Kebakaran Landa Toko Gerabah di Ponorogo
Dia mengaku tidak tahu persis penyebab kebakaran yang melanda tokonya. Namun, api pertama kali terjadi di bagian untuk menyimpan busa kasur dan bantal. “Sumber api ya mungkin bisa saja orang lewat membuang puntung rokok atau ada anak-anak main api di dekat situ,” pungkasnya. [end/suf]






