Pasuruan (beritajatim.com) – Mayat empat korban kecelakaan Pesawat Super Tucano yang terjadi di Pasuruan berhasil dievakuasi secara keseluruhan. Total ada empat prajurit TNI Angkatan Udara yang berhasil dievakuasi dan gugur akibat kecelakaan tersebut.
Keempat korban tersebut berhasil dievakuasi dan kemudian dilarikan di RS Pusdik Porong untuk di identifikasi lebih lanjut. Pasalnya keempat korban sudah dalam kondisi tidak tak berbentuk.
Menurut petugas Tagana Kabupaten Pasuruan Rohmat mengatakan bahwa keempat korban sudah berhasil ditemukan.
“Empat-empatnya sudah berhasil ditemukan, baik yang di Kecamatan Puspo maupun di Kecamatan Lumbang,” kata Rohmat, Kamis petang (16/11/2023).
Rohmat mengatakan bahwa evakuasi kedua korban terakhir yang berada di Kecamatan Lumbang ini baru bisa terlaksana pada pukul 15.38 WIB. Petugas gabungan dari BPBD, TNI dan warga saling bahu membahu guna mengevakuasi korban.
Sebelumnya petugas sempat kesulitan untuk mengevakuasi kedua korban yang berada di Kecamatan Lumbang. Pasalnya medan yang terjal dan sulit dilewati oleh kendaraan roda dua dan roda empat menjadi kendala utamanya.
Diketahui kedua pesawat yang bertabrakan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat terjatuh kedua pesawat tersebut berada pada titik yang berbeda. Saat ini petugas dari TNI sedang melakukan penyisiran guna mengamankan sejumlah bangkai pesawat yang tercecer akibat kecelakaan tersebut.
Pesawat TT-3111 terjatuh di Kecamatan lumbang dengan dua orang didalamnya yakni Letkol PnB Sandhalra Gunawan yang berada di posisi frontseater dan Kolonel Adm Widiono yang berada di posisi backseater.
Sedangkan pesawat TT-3103 yang terjatuh di Kecamatan Puspo yakni Mayor Pnb Yuda A. Seta sebagai frontseater dan Kolonel Pnb Subhan sebagai backseater. (Ada/Aje)






