Pasuruan (beritajatim.com) – Kecelakaan pesawat yang terjadi di Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan baru bisa dievakuasi. Evakuasi ini dilakukan setelah empat jam kejadian kecelakaan terjadi.
Ada dua jenazah yang berhasil dievakuasi. Namun kedua korban yang berhasil dievakuasi ini tidak diketahui jenis kelaminnya lantaran kondisinya sudah tak utuh.
“Kondisinya sudah nggak utuh, ada satu mayat yang kepalanya hilang, sampai dievakuasi tadi masih belum ditemukan. Keduanya kondisinya gak jauh setelah kecelakaan, berdampingan cuman terpisah sama pematang kebun,” kata Paiman, warga sekitar yang terlibat dalam evakuasi.
Paiman juga mengatakan bahwa kedua pesawat tersebut terjatuh di lokasi yang berbeda. Yakni di Kecamatan Lumbang dan Kecamatan Puspo, tepatnya di Gunung Penanjakan dan Watu Gedek.
BACA JUGA:
Pesawat Tempur Jatuh di Pasuruan dari Skadron Udara 21 Malang
Sedangkan dua korban lainnya sampai sekarang masih belum ditemukan. Diketahui kedua korban yang berhasil dievakuasi dan dibawa di RS Pusdik Porong.
Diketahui sebelumnya dua pesawat yakni TT-3111 dan TT-3103 sempat kehilangan kontak. Kedua pesawat tersebut merupakan pesawat yang tergabung dalam skuadron udara 21.
BACA JUGA:
Pesawat Diduga Milik TNI AU Dikabarkan Jatuh di Pasuruan
Dalam kejadian tersebut diketahui ada empat orang yang menjadi korban. Keempat orang tersebut yakni Letkol Pnb Sandhra Gunawan (Frontseater) (TT-3111), Kolonel Adm Widiono (Backseater) (TT-3111). Lalu Mayor Pnb Yuda A. Seta (Frontseater) (TT-3103) dan Kolonel Pnb Subhan (Backseater) (TT-3103). [ada/beq]






