Surabaya (beritajatim.com) – Dua lansia yang tewas dalam kebakaran di Kertajaya Indah Timur, Selasa (14/11/2023) pagi diduga mengalami gangguan mental. Informasi yang dihimpun beritajatim.com, kedua lansia berjenis kelamin perempuan dan laki-laki itu pernah berusaha membakar rumahnya pada tahun 2008.
Kapolsek Mulyorejo, Kompol Sugeng Rianto saat dikonfirmasi membenarkan adanya dugaan gangguan mental yang dialami dua penghuni rumah yang terbakar di Kertajaya Indah Timur itu. Keduanya disebut tidak pernah berkomunikasi dengan tetangga walaupun telah tinggal selama 20 tahun.
“betul kemungkinan besar (ODGJ) karena tidak pernah komunikasi juga dengan tetangga,” ujar Sugeng Rianto saat dikonfirmasi hari ini Selasa pagi (14/11/2023) beritajatim.com
BACA JUGA:2 Lansia Tewas di Kertajaya Diduga Alami Gangguan Mental
Sugeng menjelaskan bahwa kedua lansia yang tewas itu diduga berumur 60 tahun lebih. Kedua korban yang tidak diketahui identitasnya itu merupakan sepasang kakak beradik. Saat dievakuasi petugas setelah pemadaman api, dua lansia itu ditemukan di ruangan yang berbeda.
“tahun 2008 memang pernah mencoba membakar rumahnya,” imbuh Sugeng.
Berdasarkan pantauan, rumah di Kertajaya Indah Timur itu memang tidak terawat. Beberapa atap di belakang rumah sudah roboh dan alang-alang tinggi juga tumbuh di sudut-sudut halaman. Namun, petugas DPKP Kota Surabaya menegaskan bahwa rumah masih dialiri oleh listrik.
Kedua korban yang tewas itu juga selalu menolak ketika dimintai identitas untuk pendataan oleh pemerintah setempat. Bahkan, sejumlah warga yang berinisiatif memberi bantuan karena keduanya sudah berusia lanjut juga selalu ditolak. Namun, kedua korban itu semasa hidupnya selalu memberikan sumbangan tertinggi untuk kegiatan RT dan RW.
Sebelumnya, Rumah di Kertajaya Indah Timur, Surabaya habis dilalap api, Selasa (14/11/2023) pagi. Akibat dari kebakaran itu, dua lansia yang belum diketahui identitasnya tewas karena terjebak oleh api.
Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi adanya kebakaran pada pukul 04.11 pagi. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 04.16.
BACA JUGA:Gudang Pengecoran Alumunium di Mojokerto Terbakar
“Api pokok padam 04.32 dan pembasahan selesai pada pukul 05.11,” kata Dedik Irianto.
Dalam kebakaran itu, petugas membutuhkan 14 unit mobil pemadam untuk mengendalikan api. Api melahap seluruh rumah hingga habis. Dari informasi yang diterima beritajatim, rumah tersebut telah ditinggali selama 20 tahun oleh dua korban yang tewas.
“Terbakar seluruhnya. Rumah dengan luas 15x30meter. Ada dua korban yang tewas. Identitasnya belum diketahui,” imbuh Dedik. (Ang/Aje)






