Bali (beritajatim.com) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 melakukan sosialisasi kepada stakeholder dan masyarakat terkait pembangunan infrastruktur dasar jalan penghubung di area pengembangan 1 Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Sosialisasi ini dilakukan sebagai upaya bersama untuk memastikan pembangunan BMTH tetap harmoni sejalan dengan lingkungan.
Sosialisasi yang digelar di salah satu hotel di wilayah Sanur. Dihadiri berbagai pihak, seperti dari Kejaksaan Tinggi Bali, Polda Bali, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bali, UPTD Tahura Ngurah Rai, sejumlah LSM lingkungan, dan perwakilan desa adat.
Dalam sosialisasi tersebut, Pelindo Regional 3 menerima masukan dan saran dari berbagai pihak untuk mendukung pembangunan BMTH. Pelindo juga melakukan antisipasi salah satunya dengan melakukan kajian akademis di setiap pekerjaan guna meminimalkan dampak terhadap lingkungan, khususnya mangrove.
Senior Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 3, Karlinda Sari, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur dasar jalan penghubung di area pengembangan 1 BMTH ini menjadi bagian dari Rencana Induk Pelabuhan atau RIP. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur ini wajib dilaksanakan dengan tetap mengedepankan keberlanjutan lingkungan di sekitar area proyek.
“Ini bagian dari upaya kami mendengar dan menerima masukan dari berbagai pihak terkait pembangunan BMTH yang sudah memasuki tahap akhir. Semangat kita adalah memastikan pembangunan BMTH ini sejalan harmoni dengan keberlanjutan lingkungan,” ujar Karlinda Sari.
Sementara itu, Perwakilan UPTD Tahura Ngurah Rai, Made Yudha Wibawa, mengatakan bahwa pihaknya secara prinsip mendukung proyek tersebut. Namun, pihaknya meminta agar seluruh pekerjaan teknis dalam pembangunan BMTH sudah sesuai dengan perizinan dan kajian akademis terhadap dampak lingkungan sekitar area pengembangan.
“Kita tahu jika pembangunan BMTH ini memiliki maksud untuk meningkatkan ekonomi dan pariwisata Bali, namun kami meminta untuk mengedepankan kajian akademis dari setiap pekerjaan agar tidak ada dampak negatif pada lingkungan,” ujar Made Yudha Wibawa.
Sebelumnya, Pelindo saat ini sedang melakukan pembangunan BMTH sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional yang diproyeksikan sebagai Home Port bagi kapal-kapal Cruise yang akan berlayar ke Indonesia. Proyek yang ditargetkan rampung pada tahun 2025 mendatang ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dan Bali dari sisi pariwisata.[rea]






