Jember (beritajatim.com) – Biaya penanganan risiko bencana seharusnya tak hanya diserahkan pada Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pengusaha atau badan usaha bisa terlibat aktif melalui penggunaan dana tanggung jawab sosial (CSR) yang terkoordinasi baik dengan pemerintah.
Hal ini menjadi satu hal penting yang tercantum dalam rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana yang dibahas di gedung DPRD Kabupaten Jember, Rabu (8/11/2023). “Kami ingin perda ini memunculkan nomenklatur baru, bahwa pembiayaan ini tidak hanya jadi tanggung jawab pemerintah melalui APBN dan APBD maupun masyarakat,” kata Wakil Ketua Panitia Khusus DPRD Jember David Handoko Seto.
Dalam rentang kerja sama multiheliks, menurut David, banyak pihak yang harus terlibat, di antaranya badan usaha swasta maupun negara. “Hari ini mereka masih belum bisa mengalokasikan resmi untuk kegiatan-kegiatan atau kepentingan kebencanaan karena Forum CSR belum optimal. Kalaupun ada (Forum CSR), kami masih mempertanyakan regulasi yang digunakan,,” katanya.
Dengan adanya bantuan CSR dari perusahaan, David meyakini penanganan risiko bencana jauh lebih mudah. “Ini karena mereka punya kebiasaan action dulu, pertanggungjawaban belakangan. Tapi kalau kita menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD maupun APBN, ini harus kita rencanakan dulu. Bencana kan tidak bisa direncanakan, tapi tetap harus ada anggaran force majeur untuk antisipasi bencana tiap tahun,” katanya.
Namun, menurut David, ada kecenderungan anggaran tak terduga untuk penanganan bencana ini tidak mencukupi. “Maka itu dalam perda ini akan kami tuangkan agar ke depan Forum CSR ini bisa mendistribusikan anggaran CSR untuk kebencanaan,” katanya.
Selama ini David melihat perusahaan-perusahaan sudah ikut membantu penanganan bencana. “Tapi itu dilakukan masing-masing, misalkan perbankan membangun atas nama bank tertentu. Seharusnya anggaran CSR masuk ke dalam Forum CSR sehingga bisa didistribusikan dan dipertanggungjawabkan secara regulatif mengikuti kebutuhan. Hari ini saya melihatnya masih berjalan sendiri-sendiri,” katanya. [wir]






