Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr Ramelan Surabaya siap melakukan operasi transplantasi ginjal untuk kali pertamanya pada Desember 2023 mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan TNI AL (Kadiskesal) Laksamana Pertama TNI Dr dr R M Tjahja Nurrobi mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil melakukan berbagai operasi dengan tingkat kesulitan cukup tinggi.
Antara lain pectus excavatum surgery, tindakan bentall surgery, pengobatan saraf terjepit dengan teknologi bipolar endoscopic spine surgery (BESS) sebagai metode endoskopi tulang belakang generasi ketiga serta operasi lainnya.
Kini, lanjut Nurrobi, RSPAL dr Ramelan Surabaya dengan menggandeng RSUP Dr Kariadi Semarang dalam waktu dekat berencana untuk melaksanakan operasi transplantasi ginjal untuk pertama kalinya.
“Pada prinsipnya, kami dari kesehatan TNI Angkatan Laut akan terus mengembangkan pelayanan-pelayanan kesehatan sesuai dengan yang diprogramkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan,” kata Nurrobi, Selasa (7/11/2023).
Ia menegaskan, saat ini RSPAL telah mendapatkan surat rekomendasi dari Komite Transplantasi Nasional dan surat izin untuk menyelenggarakan transplantasi ginjal dari Kemenkes. Pelayanan transplantasi ginjal tidak hanya diperuntukkan bagi anggota TNI dan keluarganya namun juga masyarakat umum yang membutuhkan.
Nurrobi menyebut bahwa biaya operasi transplantasi ginjal tersebut yakni sebesar Rp 300-400 juta dan untuk seluruhnya ditanggung BPJS. “Transplantasi ginjal bukan untuk keluarga TNI saja, kita memiliki dua calon pasien untuk operasi transportasi ginjal, dua-duanya kebetulan masyarakat umum,” ungkapnya.
Sementara Tim Dokter Transplantasi Ginjal dr Nalendra menjelaskan jika pelaksanaan operasi transplantasi ginjal, pendonor maupun resipien harus memenuhi syarat-syarat medis maupun administrasi yang ditentukan oleh Kemenkes, yakni Komite Transplantasi Nasional (KTN).
Lalu, pendonor dan resipien harus mengikuti screening advokasi untuk dinilai kelayakannya, serta memastikan kembali pendonor dan resipien tidak mendapatkan paksaan, dan memenuhi persyaratan medis. “Pasien yang akan melakukan operasi wanita berusia 9 tahun, donornya bersal dari ayahnya sendiri,” tuturnya.
Menurutnya, selain SDM, RSPAL dr Ramelan juga telah menyiapkan fasilitas memadai mulai dari ruangan khusus pre operasi bagi resipien dan pendonor di Paviliun II. Sedangkan selama masa penyembuhan, khusus pasien resipien akan ditempatkan di Paviliun VIII agar lebih mendapatkan perawatan dan perhatian khusus.
Pelaksanaan operasi transplantasi ginjal nantinya akan dilakukan di Ruang Operasi Khusus yang telah dilengkapi dengan fasilitas sesuai kebutuhan yang dipersyaratkan Kementrian Kesehatan. [ipl/kun]
BACA JUGA: Rumkital Dr Ramelan Akan Jadi RSPAL






