Malang (beritajatim.com) – Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Bahasa Indonesia (Mahapasca Diksinesia), Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan seminar nasional bertajuk Nitisastra 8. Seminar ini diadakan secara hibrida: luring di Aula Ava D14 Fakultas Sastra dan secara daring dengan Zoom pada Rabu 1 November 2023.
Terdapat empat pembicara inti yang dihadirkan dari Indonesia dan Malaysia. Pertama, KRT Pradotowiguno Indarwanto Sadi Kusnomo dari Akademi Hikmatologi, Malang. Kedua, Dr. Nur Amirah binti Che Soh dari Universiti Malaya, Malaysia. Ketiga, Dr. Kastam Syamsi, M.Ed., dari Universitas Negeri Yogyakarta. Keempat, Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd. Dari Universitas Negeri Malang.
Ketua panitia, Ulfa Rizqi Putri, S.Pd., menjelaskan bahwa tujuan utama seminar ini untuk mengedukasi mahasiswa maupun guru bahasa Indonesia agar menerapkan nilai luhur Nusantara dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di kelas. Hal itu sesuai dengan tema yang diusung tentang ‘Nilai-nilai Luhur Nusantara untuk Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia’.

“Nilai luhur tersebut, khususnya berupa pendidikan karakter dan budi pekerti. Selain itu seminar ini bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa, guru maupun dosen bahasa Indonesia untuk menulis karya berupa artikel prosiding. Tidak hanya itu, seminar ini juga merupakan salah satu upaya untuk menjalin kerja sama yang baik antaruniversitas,” ujar Ulfa, Kamis 2 November 2023.
Ulfa melanjutkan, seminar nasional yang diisi oleh ketiga pembicara dalam negeri dilangsungkan pada pagi sampai siang hari. Kemudian dilanjutkan siang materi oleh dosen Universiti Malaya. Setelah keempat pemateri selesai menyampaikan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sidang paralel pemakalah untuk mempresentasikan artikelnya.
BACA JUGA:
Ganjar Ajak Mahasiswa UM Malang Berperan dalam Ekonomi Biru dan Hijau
“Ada 40 pemakalah. Hasil makalahnya nanti akan diterbitkan berISSN. Makalah itu temanya beragam sesuai subtema yang sudah panitia sediakan,” lanjut mahasiswa pascasarjana Pendidikan Bahasa Indonesia UM ini.
Pihaknya berharap acara seminar nasional Nitisastra 8 ini dapat menyadarkan mahasiswa dan guru bahasa Indonesia untuk menerapkan nilai luhur Nusantara dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Apalagi nilai luhur tersebut mudah ditemukan di sekitar.
“Nilai luhur ada di sekitar kita sehingga mudah ditemukan. Kemudahan tersebut dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia agar dapat menjadikan siswa memiliki karakter yang luhur,” ujar Ulfa menutup wawancara.
BACA JUGA:
AKN Putra Sang Fajar Blitar Juarai Debat Competition 5.0 Kalahkan UM Malang
Ditambahkan oleh Kaprodi S2 dan S3 Pendidikan Bahasa Indonesia, Dr. Didin Widyartono S.S., S.Pd., M.Pd. bahwa pembelajaran bahasa Indonesia bertujuan untuk meningkatkan cipta, karsa, dan rasa dalam berkomunikasi untuk menumbuhkembangkan kepribadian peserta didik.
“Puncak keberhasilan pembelajaran bukan terletak pada cipta dan karsa, melainkan pada rasa berbahasa Indonesia,” ujar Didin melalui keterangan tertulis. [dan/beq]






