Surabaya (beritajatim.com) – Kota Surabaya menyambut event besar Piala Dunia U-17, 10 November mendatang. Salah satunya, berkolaborasi dengan UMKM Indogift membuat merchandise spesial edisi Piala Dunia.
UMKM yang bermarkas di Jalan Kartini 123D Kota Surabaya ini mulai menciptakan berbagai cinderamata Piala Dunia U17.
Pemilik Indogift, Livia Astria mengatakan, ia memproduksi beberapa merchandise Piala Dunia U-17. Di antaranya gantungan kunci, tempelan kulkas, stand akrilik, hingga kaos bernuansa kolaborasi Surabaya dan sepak bola.
“Kami sudah mulai memproduksi merchandise Piala Dunia U-17 khas Kota Pahlawan sejak tiga minggu lalu,” ungkapnya.
Setiap hari, lanjut Livia, pihaknya bisa membuat 100 sampai 200 buah merchandise. Rencananya, merchandise itu akan disebar Pemkot Surabaya ke beberapa hotel.
BACA JUGA:
Peserta Piala Dunia U-17 Mulai Tiba, 3.393 Personel Bersiaga
Dia bersyukur bisa lolos kurasi Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag). Menurutnya, dari hal itu dapat membuka banyak peluang usaha.
“Ada permintaan terus dari Pemkot Surabaya. Bukan hanya disebar di hotel, kami juga kirim sekitar 2.000 buah (merchandise) ke Surabaya Kriya Galeri (SKG) Siola,” bebernya.
Soal desain merchandise sendiri, Livia mengaku menggunakan logo komposit yang didesain oleh Pemkot Surabaya, yaitu Sulo dan Bolo.
Karena menurut Livia, ada beberapa pakem yang tidak diperbolehkan digabung dengan merchandise asli Piala Dunia. Seperti ikon Bacuya, logo trofi, hingga tulisan U-17.
Ia dan tim akhirnya melakukan inovasi dengan membuat desain karikatur pemain bola membawa bendera negara asalnya.
“Kita boleh produksi tapi ada beberapa syarat dan ketentuan, salah satunya dilarang menjiplak logo, tulisan, dan gambar aslinya,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Timnas U-17 Tes Medis Sebelum Tampil di Piala Dunia
Dibantu lima karyawan, Livia berharap produk UMKM untuk Piala Dunia U-17 ini bisa dipromosikan lebih luas. Bukan hanya dijual di Siola atau hotel- hotel di Kota Surabaya.
“Ada 5 karyawan yang terlibat. Kalau mesin yang dipakai untuk membuat akrilik memang tidak di Kota Surabaya, karena workshop kami diluar kota,” paparnya.
Livia berharap, lewat momen Piala Dunia U-17, usahanya lebih dikenal di tingkat nasional dan internasional. Tentunya, jadi salah satu upaya bangkit dari pandemi Covid 19.
“Kami targetkan bisa mencapai keuntungan 20 hingga 30 lipat dari modal yang dikeluarkan,” tandas Livia. [way/beq]







