Lamongan (beritajatim.com) – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Lamongan periode 2023-2027 resmi dilantik, Kamis (26/10/2023), di Lamongan Sport Center.
Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur Anang Nafiuzzaki.
Usai dilantik, Ketua PDPM Lamongan, Husnul Abid Saputra mengungkapkan bahwa salah satu prioritas PDPM saat ini adalah menggiatkan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM).
Husnul juga menyebut, terdapat 13 anggota KOKAM yang telah dikukuhkan pada kesempatan ini. KOKAM itu yang bakal menjadi pioner Pemilu damai di Kabupaten Lamongan.
BACA JUGA:
Bupati Lamongan Raih Penghargaan Pembina Proklim 2023 dari KLHK
“Selain kaderisasi, prioritas program kerja kami ialah menggiatkan KOKAM. Rencananya kami akan membentuk minimal 1 KOKAM di setiap ranting. Hal tersebut tentu untuk mengamankan seluruh kegiatan Muhammadiyah, dan utamanya untuk mengawal Pemilu damai tahun 2024,” terang Husnul.
Masih kata Husnul, kontribusi KOKAM dalam Pemilu 2024 difokuskan pada pemberian sosialisasi kepada masyarakat, utamanya anggota Muhammadiyah Lamongan.
“KOKAM siap jadi garda terdepan untuk Pemilu damai. Kami akan bergerak untik memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang hadir dalam pelantikan ini menuturkan bahwa PDPM Lamongan akan menyumbangkan spirit pada aspek kepemudaan di Lamongan.
BACA JUGA:
Muhammadiyah Lamongan Iduladha Hari Sabtu
Menurutnya, peran kepemudaan sangat dibutuhkan, terutama dalam hal keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Lamongan.
“Pemerintah Kabupaten Lamongan menaruh harapan besar pada pemuda di Lamongan, salah satunya ada di PDPM. Pemuda di Lamongan harus mampu meneruskan pembangunan untuk mencapai kejayaannya,” tutur Bupati Yuhronur.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Lamongan tersebut juga menjelaskan bahwa pemuda harus terus meningkatkan kapasitas dalam hal ilmu pengetahuan dan akhlak. Dengan demikian, kejayaan Lamongan bisa benar-benar terwujud.
“Dengan 2 hal tersebut, maka akan mampu menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas, memiliki kemuliaan dan dapat diandalkan,” pungkasnya. [riq/beq]






