Magetan (beritajatim.com) – Ratusan siswa SD dan SMP di Magetan dilaporkan melakukan self harm. Dari hasil pemeriksaan bersama puskesmas, ada luka sayatan tipis di kulit lengan bawah mereka. Meski tidak mematikan, tindakan itu ternyata ada yang dipicu permasalahan serius.
Prof. Farida Hidayati S.Psi., M.Si dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengatakan, dari hasil penelitian yang dia lakukan, 50 sampai 90 persen pelajar melakukan self harm dan terjadi banyak pada usia SMP.
“Self harm dipicu oleh media sosial, film yang membawa mereka merasa ada ketertarikan lalu ikut-ikutan, permasalahan keluarga, masa dimana lagi mencari jati diri dan yang dominan adalah tidak adanya kemampuan mengolah emosi,” ungkap Farida dalam zoom meeting bersama Forkopimda Magetan dan jajaran dalam pembahasan upaya penanganan self harm bagi siswa, Selasa (24/10/2023).
Farida menyampaikan sejumlah solusi untuk siswa agar terhindar dari self harm, maupun yang sudah terlanjur. Solusi yang diambil diantaranya melakukan intervensi melalui kegiatan yang menggambarkan kegembiraan, penguatan religius siswa, melakukan interaksi, memahami emosi dan mampu mengarahkannya misal mengekpresikan emosi siswa melalui cerita tulisan atau diary.
Pun, rapat koordinasi antara Pj.Bupati Magetan Hergunqdi bersama Kapolres Magetan, Perwakilan Dandim 0804, Tim UNS (zoom), Direktur RSUD dr.Sayidiman, Kepala Dinkes, perwakilan Dinas PPKBPP PPA, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kabag Prokopim beserta Kepala Sekolah SMP dan pengawas yang ada di Magetan mencoba mengurangi permasalahan dan mencari solusinya, acara dilaksanakan di Ruang Jamuan Pendapa Surya Graha.
“Tolong Bapak lbu guru dapat memposisikan sebagai orang tua kedua di sekolah dan dapat mengatasi masalah secara preventif dengar pendampingan secara melekat, ” kata Pj. Bupati Magetan Hergunadi.
Hergunadi l menegaskan, Pemerintah Kabupaten Magetan proaktif untuk melakukan tindakan cepat, ” Tolong Bapak lbu guru segera koordinasi dengan kepala puskesmas setempat dan saya minta Kepala Puskesmas segera terjun langsung ke sekolah-sekolah,” tegasnya.
Hergunadi menambahkan, saat ini Pemerintah telah berupaya melakukan kerja sama dengan UNS dalam pendampingan dan memberikan konseling kepada pelajar di Magetan.
BACA JUGA:
76 Siswi SMP di Magetan Sayat Lengan, Alasannya Masalah Keluarga Hingga Pacar
Selain itu, Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan. juga memberikan atensi yang besar terhadap permasalahan self harm di Magetan, untuk itu pihaknya siap untuk melakukan koordinasi dengan Polda Jatim agar menghadirkan Satgas penanganan self harm dengan melakukan edukasi dan konseling di sekolah.
“Ini jadi atensi kami. Kami terus berkoodinasi dengan Polda Jatim untuk menghadirkan satgas penanganan self harm,” kata Ridwan. [fiq/but]






