Jember (beritajatim.com) – Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur berharap Mahfud MD dan Anies Baswedan tidak melupakan jati diri sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam dan memegang amanah dengan baik jika terpilih dalam pemilihan presiden mendatang.
“Jangan sampai menyia-nyiakan aspirasi masyarakat. Jangan sampai seperti kere munggah bale (orang miskin yang terkejut dan berubah sikap karena mendadak menduduki jabatan penting, red),” kata Agus Machfud Fauzi, anggota presidium KAHMI Jatim periode 2022-2027, Sabtu (21/10/2023).
“Ini proses perkaderan saja. Tidak harus jadi orang kagetan, saat berada pada posisi presiden atau wakil presiden. Jadi biasa saja. Toh 5-10 tahun lagi jadi orang biasa. Ketika menjalankan amanah oke, ketika selesai juga oke,” kata Agus.
Anies dan Mahfud sama-sama aktif di HMI saat kuliah di Jogjakarta. Anies adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Angkatan 1989, sementara Mahfud adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Angkatan 1978.
Takdir mempertemukan keduanya dalam pemilihan presiden periode 2024 – 2029. Mahfud menjadi calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan. Sementara Anies menjadi calon presiden didampingi Muhaimin Iskandar, diusung Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Keadilan Sejahtera.
“Mereka adalah kader HMI terbaik dalam kesempatan ini. Kami memberikan kesempatan kepada beliau berdua untuk tampil. Silakan berkomunikasi dengan para kader HMI, alumni HMI, dan masyarakat umum,” kata Agus Machfud.
KAHMI Jawa Timur tidak memberikan dukungan resmi kelembagaan kepada salah satu tokoh tersebut. “Siapa yang mampu meyakinkan masyarakat umum, maka akan terpilih,” kata pria yang berprofesi dosen di Surabaya ini.
Anies dan Mahfud sudah pernah berkunjung dan bertemu dengan pengurus KAHMI Jawa Timur. “Jadi kami tetap memberikan lahan komunikasi kepada mereka. Keduanya terbaik, silakan memilih di antara keduanya,” kata Agus. [wir]






