Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mewajibkan kader Pemuda Pancasila mengkaji dan meninjau ulang sistem bernegara saat ini. Menurut LaNyalla, sistem bernegara saat ini sudah jauh menyimpang dari nilai-nilai Pancasila.
“Pancasila harus menjadi nafas dan jalan kehidupan bangsa dan negara ini,” kata LaNyalla dalam arahannya saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Surabaya, di Balai Pemuda Kota Surabaya, Sabtu (21/10/2023).
LaNyalla menjelaskan, sejak bangsa ini menggulirkan reformasi, sejak saat itu pula Pancasila semakin ditinggalkan. Hal itu terjadi ketika dilakukannya amandemen konstitusi pada tahun 1999-2002.
“Konstitusi hasil perubahan di era reformasi itu telah meninggalkan Pancasila sebagai norma hukum tertinggi. Bahkan, konstitusi Indonesia saat ini justru menjabarkan ideologi lain, yaitu individualisme dan liberalisme,” tegas LaNyalla.
BACA JUGA:
LaNyalla: Kita Butuh SDM Kompetitif dan Berhati Indonesia
Imbas dari penyimpangan sistem bernegara ini, kata LaNyalla, perekonomian Indonesia semakin kapitalistik. Ekonomi yang berbasis kekeluargaan dan gotong-royong sebagaimana semangat Pancasila sudah jauh ditinggalkan.
Pun halnya dengan kedaulatan dan penjelmaan rakyat dalam sistem demokrasi sebagaimana rumusan para pendiri bangsa, sudah jauh ditinggalkan.
“Akibatnya, dalam 25 tahun perjalanan reformasi ada banyak keganjilan yang terjadi di tengah-tengah kita. Indonesia pun gagap menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dan tak pasti,” ujar LaNyalla.
BACA JUGA:
Konsisten Kembalikan Konstitusi, LaNyalla Ziarah Makam Bung Karno
LaNyalla meminta kader Pemuda Pancasila untuk mempelajari Proposal Kenegaraan yang disampaikan oleh DPD RI. Proposal tersebut menawarkan sistem bernegara sesuai rumusan para pendiri bangsa untuk kemudian diperkuat dan disempurnakan.
“Kader Pemuda Pancasila harus menyuarakan hal ini. Harus menjelaskan kepada semua stakeholder bangsa. Sampaikan kepada rakyat. Sampaikan di lingkungan saudara masing-masing. Jelaskan secara gamblang dengan bahasa yang mudah dipahami oleh rakyat,” tegas LaNyalla. [beq]






