Sidoarjo (beritajatim.com) – Tujuh kepala desa (Kades) di wilayah Kecamatan Porong, memenuhi panggilan Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Porong pada Jumat (20/10/2023).
Ketujuh kepala desa yang dipanggil adalah Kepala Desa Kebakalan, Kesambi, Wunut, Candipari, Pamotan, Kedungboto, dan Desa Lajuk, yang semuanya berada di wilayah Kecamatan Porong.
Mereka dipanggil oleh Panwascam Porong untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan terlibat dalam pertemuan dengan salah satu anggota DPRD Sidoarjo yang aktif dengan inisial EF. Selain itu, juga terkait rencana pencalonannya di Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 di Dapil Sidoarjo 2 (Porong, Jabon, Tanggulangin, dan Candi), dengan tujuan mendapatkan dukungan suara pada Pileg 2024 mendatang.
Awalnya, Panwascam Porong berencana melakukan klarifikasi satu per satu di ruang yang berbeda di Pendopo Kecamatan Porong. Namun, para kepala desa tidak setuju dan meminta agar klarifikasi dilakukan secara bersamaan dalam satu ruangan.
Baca Juga: Emak-emak hingga Pemuda Ponorogo Dukung Gibran Maju Jadi Cawapres
Ach Baihaqi, anggota Panwascam Porong, mengonfirmasi bahwa mereka dipanggil untuk menjelaskan mengenai pertemuan beberapa kepala desa dengan seorang calon anggota legislatif di KUD Sumber Makmur Desa Kesambi Porong beberapa waktu lalu.
Baihaqi menjelaskan bahwa di KUD tersebut terdapat dua pertemuan yang berlangsung di ruangan yang berbeda. Satu ruangan pertemuan dihadiri oleh sekelompok masyarakat yang diduga berasal dari beberapa desa, sementara ruangan lainnya diisi oleh beberapa kepala desa.
Ironisnya, sekelompok massa yang ada di ruangan tersebut, juga berasal dari desa yang sama dengan beberapa kades tersebut. “Para kades itu dipanggil untuk dimintai klarifikasi soal maksud dari pertemuan tersebut,” ucapnya.

Dijelaskan Baihaqi dari hasil klarifikasi, seakan para kades kompak mengaku tidak tahu kalau di lokasi sama ada pertemuan lain yang melibatkan sekelompok massa.
Baca Juga: Warga Cemoro Sewu Krisis Air, Dampak Kebakaran Gunung Lawu Pipa Sumber Air Terbakar
“Saya tidak tahu kalau ada pertemuan dengan masyarakat. Mereka datang menemui bacaleg itu membahas masalah BK (bantuan keuangan) dari Pemkab Sidoarjo yang diperuntukkan desa melalui anggota legislatif dan usulan agar dapat bantuan untuk pembangunan desa, tanpa sama sekali membahas masalah Pileg 2024,” dalih para kades ditirukan oleh Baihaqi.
Kendati mendapatkan klarifikasi demikian, lanjut Baihaqi, dirinya tidak serta merta langsung mempercayainya. Dirinya bersama anggota Panwascam Porong akan melakukan pendalaman soal pertemuan tersebut.
“Dalam dua hari kedepan, kami akan mendalami soal tujuan pertemuan yang melibatkan kepala desa aktif dengan bacaleg yang masih menjabat itu. Hasil dari pendalaman itu nanti akan kami sampaikan ke Bawaslu Kab. Sidoarjo dan biar disimpulkan dan diputuskan,” tegasnya.
Baca Juga: Dijagokan Jadi Cawapres Prabowo, Emil Dardak Malah ke Korea
Baihaqi merasa keheranan kalau itu suatu pertemuan yang kebetulan. Di lokasi ada pertemuan bacaleg dengan beberapa kades, dan bacaleg itu juga mengumpulkan dan menemui masyarakat yang satu desa dengan para kades.
Sekeluar dari acara klarifikasi, salah satu kades bersedia di wawancarai dan mengaku tidak ada apa-apa. Dirinya dan para kades lainnya di temui oleh EF membahas masalah BK, usulan pembangunan yang ingin disampaikan melalui bacaleg itu.
“Kami bertemu hanya membahas masalah BK, menyampaikan usulan untuk desa, tidak sama sekali membahas masalah Pileg 2024 apalagi penggalangan suara di desa. Kami sudah tahu aturan yang ada dan bisa menempatkan sebagai kepala desa harus bagaimana dan tidak berani melanggar,” ucapnya sambil bergegas menghindar. (isa/ian)






