Magetan (beritajatim.com) – Pipa sumber air di kawasan Sumber Air Cemoro Telo, masuk Dusun Cemoro Sewu Desa Ngancar, Plaosan, Magetan, Jawa Timur terbakar pada Jumat (20/10/2023) pagi. Imbasnya, ratusan warga Cemoro Sewu krisis air bersih.
Pipa tersebut awalnya dilepas untuk upaya pembasahan di dekat ilaran guna menghalau api kebakaran hutan di petak 73 RPH Sarangan, BKPH Lawu Selatan, KPH Lawu Ds. Namun, pada Jumat pagi, saat hendak dipasang lagi, ternyata ada yang terbakar.
Muchlas, salah seorang pegawai warung makan di kawasan Cemoro Sewu mengatakan, air mati sejak pukul 11.00 Wib. Sebelumnya, air masih mengalir meski debitnya kecil.
Baca Juga: Santri Jombang Ubah Jelantah Menjadi Sabun Penuh Berkah
“Katanya ada pipa air yang terbakar di dekat sumber sana. Terbakarnimbas karhutla gitu katanya. Akhirnya, airnya mati. Padahal warga Cemoro Sewu ini gak menggunakan air untuk rumah tangga saja, tapi termasuk usaha makan minum seperti kami. Untuk cuci piring, mandi begitu,” kata Muchlas.
Tak hanya Muchlas, Bu Yanto salah seorang pengusaha toilet umum di dekat Cemoro Sewu juga mengalami krisis. Sementara, dia hanya memiliki tandon untuk keperluan mandi cuci kakus (MCK) saja.
“Ya kalau tandon habis, kami minta bantuan dari Pemkab Magetan untuk dikirim air bersih. Katanya pipa sumber kami yang ada di atas itu terbakar begitu. Untuk toilet umum ya belum bisa dipakai karena airnya gak mengalir,” kata Bu Yanto.
Baca Juga: Gresik United Bidik Kemenangan Melawan Tuan Rumah PSCS
Sementara itu pihak BPBD Kabupaten Magetan dan juga Dinas Sosial Magetan telah mengirim dua tangki air guna mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga Cemoro Sewu. Saat ini, tandon di kawasan Cemoro Sewu masih diisi oleh petugas.
“Kami sudah sediakan tangki untuk membantu air bersih bagi warga Cemoro Sewu yang kesulitan air imbas pipa yang terbakar di kawasan Cemoro Telo,” kata Kalaksa BPBD Magetan Ari Budi Santosa saat ditemui di Pos Lapangan Penanganan Karhutla di Cemoro Sewu. [fiq/ian]






