Jombang (beritajatim.com) – Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober, sebanyak 46 SD (Sekolah Dasar) yang ada di Kecamatan/Kabupaten Jombang mengikuti ‘Lomba Kreasi Nadhom Aqidatul Awam’, Kamis (19/10/2023). Acara ini digelar di halaman SDN Kepatihan Jombang.
Kegiatan ini berlangsung semarak. Nadhom adalah bait-bait syair berbahasa arab. Sejak pagi, ratusan peserta sudah memadati lokasi. Mereka didampingi oleh masing-masing guru. Satu grup yang merupakan satu sekolah berjumlah 12 anak. Dari jumlah itu, ada yang didapuk sebagai vokal, ada pula yang didampuk memukul ‘alat musik’.
Namun alat musik yang dipakai berbeda. Pasalnya, yang digunakan adalah peralatan dapur. Mulai panci, kaleng, galon, botol, serta berbagai peralatan lainnya. Mereka naik ke atas panggung sesuai nomor undian. Di panggung itulah peserta beraksi. Suara vokal berpadu dengan musik dapur yang ritmis.
Tentu saja, para penonton langsung memberikan aplaus ketika peserta beraksi. Tepuk tangan pun pecah di di halaman SD yang berada di belakang DPRD Jombang itu. Salah satu peserta adalah SDN Plandi 2 Kecamatan Jombang.
Sebanyak 12 anak dari sekolah tersebut tampil kompak di atas panggung. Memukul peralatan dapur dipadu dengan olah vokal yang merdu. “Kami latihan selama satu minggu. Mulai berlatih vokal hingga cara membaca nadhom. Juga menciptakan nada yang ritmis,” ujar guru yang mendampingi grup tersebut, Farida Nuryati.
BACA JUGA:
Hari Santri Diperingati Setiap 22 Oktober, Begini Panduan Pelaksanaannya
Pelaksana Lomba Kreasi ‘Nadhom Aqidatul Awam’ ini adalah keluarga besar KKPP (Kelompok Kerja Pembimbing Pendidikan) Diniyah Kecamatan Jombang. Dari 46 peserta tersebut akan diambil enam juara. Yakni, juara 1, 2, 3, serta juara harapan 1, 2 dan 3.
Untuk itu, dalam pemjurian melibatkan empat pondok besar yang ada di Kabupaten Jombang. “Untuk Pondok Tebuireng sudah memberikan sambutan tadi. Sedangkan tiga juri berasal dari Pondok Denanyar, Pondok Tambakberas, serta Pondok Rejoso Peterongan Jombang,” ujar Ketua KKPP Diniyah Kecamatan Jombang, M Syamsul Ma’arif.
Syamsul menjelaskan bahwa lomba tersebut dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional. “Ini acara perdana untuk menggelorakan semangat adik-adik tingkat SD agar membaca Nadhom Aqidatul Awam dalam bentuk dan lagu yang bervariasi,” ujar Syamsul.

Lantas apa saja yang dinilai? Syamsul mengatakan banyak faktor yang dinilai. Di antaranya, kualitas vokal, keserasian musik, dan terakhir adalah adab. “Temanya mengulik sejarah dan tradisi pesantren untuk dibawa ke ranah lembaga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di sekolah dasar,” pungkas guru SDN Banjardowo 4 Kecamatan Jombang ini.
Aqidatul Awam adalah salah satu nadhom kitab yang populer. Aqidatul Awam berarti “aqidah untuk orang-orang awam” yang mana kitab ini diperuntukkan bagi para umat Islam dalam mengenal ilmu tauhid lebih dalam.
Kitab ini diciptakan oleh Syeikh Sayyid Ahmad Al Marzuqi Al Maliki Al Hasani. Bacaan Aqidatul Awam cukup populer dan sudah banyak diajarkan di berbagai pondok pesantren di Indonesia. [suf]






