Sumenep (beritajatim.com) – Bupati Sumenep, Ach. Fauzi Wongsojudo menilai ‘Job Fair’ merupakan salah satu cara untuk memangkas angka pengangguran terbuka. Karena itu, Job Fair secara rutin akan digelar setiap tahun.
“Kalau melihat data di BPS, angka pengangguran terbuka di Sumenep ini terus turun setiap tahun. Dari 2,31 persen, sekarang turun menjadi 1,36 persen. Ini paling rendah di Jawa Timur,” ujarnya bangga.
Pada Rabu (18/10/2023), digelar ‘Sumenep Job Fair’. Bursa kerja tersebut diikuti 34 perusahaan, dengan rincian 20 merupakan perusahaan lokal Sumenep, dan 14 lainnya merupakan perusahaan luar Sumenep. Job Fair tersebut diperkirakan mampu menyerap 1.867 tenaga kerja.
Baca Juga: Jika Persemag Mau Bangkit, Ketua Askab PSII: Pemain, Official hingga Klub Bola Desa Harus Terdaftar
“Kualifikasi yang dicari perusahaan-perusahaan di ‘Job Fair’ ini lebih luwes. Memang ada yang mensyaratkan harus punya pengalaman kerja. Tetapi ada juga yang menerima tanpa pengalaman kerja,” terang Bupati.
Karena itu, ia juga mengajak para pencari kerja untuk memanfaatkan Job Fair ini sebaik mungkin, sesuai dengan skill, kompetensi, dan pendidikan yang mereka miliki.
“Silahkan manfaatkan kesempatan ini dengan baik, mumpung ada cukup banyak perusahaan yang membuka peluang kerja. Cari yang kualifikasinya sesuai dengan masing-masing pencari kerja,” paparnya.
Baca Juga: Setelah Terbakar, Bumdes Karangjati Pandaan Pasuruan Ganti Nama
Sumenep Job Fair 2023 ini mengusung tema ‘Raih Kesempatan untuk Masa Depan Lebih Baik’. Job Fair kali ini juga memberi kesempatan pada masyarakat untuk mengurus KTP dan KK melalui stand Disdukcapil. Selain itu juga ada mobil Samsat Keliling bagi yang ingin membayar pajak kendaraan bermotor. Selain itu juga tersedia stand untuk service motor gratis. (tem/ian)






