Pasuruan (beritajatim.com) – Setelah terbakarnya badan usaha milik desa (Bumdes) di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan akan dirombak ulang. Hal ini dikatakan Kepala Desa Karangjati, Kuyatip.
Kuyatip mengatakan bahwa pihaknya menganggap kejadian kebakaran yang terjadi pada Selasa (17/10/2023) kemarin merupakan bencana alam. Sehingga dirinya akan kembali bangkit dengan membuka kembali cafe Omah Pring.
“Saya selaku komisaris utama akan melakukan diskusi dengan jajaran untuk kembali bangkit. Rencananya kami akan membuka cafe dengan nama baru yakni ‘Abu Bakar’,” kata Kuyatip, Rabu (18/10/2023).
Kuyatip mengatakan bahwa pergantian nama ini juga disesuaikan dengan keadaan cafe yang sudah habis dilalap si jago merah. Diharap kedepannya dengan dibukanya kembali Bemdes ini bisa menghidupi karyawan yang bergantung pada Bumdes.
“Kalau tidak bangkit nanti gimana nasib 17 orang karyawan yang bekerja di ‘Omah Pring’ ini. Karena ini juga merupakan tanggung jawab sosial untuk meningkatkan ekinomi warga Karangjati,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya Bumdes milik Karangkati telah terbakar hingga bangunan rata dengan abu bekas pring yang menjadi simbol Bumdes. Dari kejadian ini banyak barang berharga yang juga ikut hangus terbakar, mulai dari TV, Kulkas, hingga sondsystem. Akibat kejadian ini Pengelola Bumdes Karangjati mengalaminkerugaian sebesar Rp 1,6 milyar. (ada/kun)
BACA JUGA: Bumdes Karangjati Pandaan Pasuruan Terbakar, Kerugian Rp 1,6 Milyar






