Pasuruan (beritajatim.com) – Demi menepis stigma buruk terhadap masyarakat penyidap penyakit kusta, Bengkura Mas melakukan banyak inovasi. Salah satunya yakni melakukan pemberdayaan masyarakat terhadap mantan penderita kusta.
Bengkura Mas yang berada di bawah naungan Puskesmas Nguling ini sudah berdiri sejak 2019. Hingga saat ini terdapat 20 masyarakat yang bergabung dengan Bengkura Mas.
Salah satu kegiatannta yakni membuat kain keset dari kain bekas dan juga melukis batik. Hasil karya mantan pasien tersebuttelah dipasarkan di wilayah Jawa Timur.
“Produk yang dibuat cukup banyak mulai dari keset, totbage yang digambar, tempat HP dari jaring, sampai batik ciprat. Cuman yang sering dilakukan itu buat batik dan keset karena sudah dijual dan diikutkan pameran di Malang,” kata Ketua Bengkura Mas Kecamatan Nguling, Makiyah Mukarromah.
Selama menjadi ketua, Makiyah sering merasa kesusahan dalam meyakini masyarakat terhadap bahayanya penyakit kusta. Wanita berumur 35 tahun tersebut sulit untuk meyakinkan masyarakat dalam memeriksakan dirinya ke Puskesmas.
Sehingga masyarakat yang mengidap penyakit kusta sangat sulit diketahui. Bahkan baru bisa diketahui setelah pasien sudah dalam kondisi parah dan harus dilakukan perawatan serius.
Namun, setelah melakukan sosialisasi dan pendekatan terhadap masyarakat, Makiyah kemudian bisa meyakini warga untuk memeriksakan ke Puskesmas jika diketahui adanya bercak di tubuhnya. Dampaknya, data masyarakat yang terkena penyakit kusta atau lepra ini semakin meningkat. Meski begitu hal ini justru membuatnya sangat senang sebab dengan begini kader Bengkura Mas bisa melakukan penanganan terhadap warga.
BACA JUGA:
Pj Bupati Pasuruan Akan Tambah Anggaran Riset dan Inovasi
“Dengan masyarakat sering melaporkan kondisi kesehatannya kita bisa tau sudah sampai mana penyakit yang diderita. Karena jangka waktu untuk tertular itu juga lama, gak langsung tertular,” lanjutnya.
Makiyaj berharap dengan kesadaran masyarakat yang kian meningkat, stigma masyarakat terkait penyakit kusta juga semakin luntur. Sehingga mantan pasien kusta bisa kembali diterima oleh masyarakat. [ada/but]






