Surabaya (beritajatim.com) – Pembangunan underpass atau terowongan bawah tanah yang menghubungkan terminal Joyoboyo ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) ditunda. Rencananya akan dilanjutkan pada tahun 2024.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan underpass Joyoboyo- KBS terpaksa tertunda tahun ini lantaran pemenang lelang tidak menyanggupi waktu pengerjaan yang sangat mepet.
“Karena kemarin lelang ada pemenangnya. Tapi mengundurkan diri karena waktu tidak mencukupi di tahun 2023 ini yang sebentar lagi selesai. Akan kita terus 2024,” ujar politisi PDIP ini, Senin (16/10/2023).
Oleh karena itu, kata dia, Pemkot Surabaya akan melakukan lelang kembali pengerjaan underpass Joyoboyo- KBS. Sehingga akan dibangun tahun 2024 mendatang.
“Gak jadi tahun ini, kita akan lelang lagi 2024. Waktunya sudah ndak cukup ini,” kata Eri.
Lebih lanjut Eri menyampaikan bahwa anggaran pengerjaan underpass Joyoboyo – KBS aggaran sekitar senilai Rp 25 miliar itu akan menjadi solusi dari lahan parkir liar di kawasan KBS. Sehingga semua parkir akan ditaruh di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ).
“Tunnel itu nanti gak adal lagi, semua parkir di KBS ada di TIJ,” kata Eri.
Baca Juga:
Dongkrak IPM, Pemkot Surabaya Sediakan Berbagai Layanan Literasi
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tundjung Iswandaru memastikan proyek terowongan bawah tanah TIJ dengan KBS bakal berjalan di tahun ini. Pembangunan ditarget selesai sebelum akhir tahun.
”Lebih kurang lima bulan untuk pengerjaannya,” kata Kepala Dishub Surabaya Tundjung.
Menurut dia, proses lelang proyek terowongan TIJ – KBS dimulai pada Agustus. Panjang terowongan sekitar 150 meter.
”Rencana pembangunan terowongan tersebut bertujuan mencegah kemacetan karena adanya penyeberangan para pengunjung dari parkiran TIJ ke KBS,” tutur Tundjung Iswandaru.
Ke depannya, tambah dia, TIJ bakal menjadi alternatif lain parkir wisatawan. Sebetulnya, rencana pembangunan terowongan tersebut sudah digaungkan sejak 2020.[asg/ted]






