Banyuwangi (beritajatim.com) – Baru-baru ini, salah satu program Banyuwangi merawat sungai berhasil mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Melalui program inovasi Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu), Banyuwangi juga masuk TOP 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur 2023.
Menariknya sesuai nama programnya, Sekardadu ini dimotori siswa-siswa. Termasuk pihak sekolah dan kampus di sekitar kawasan sungai.
“Mereka sekolah (SD hingga SMA) dan perguruan tinggi diberikan tanggung jawab merawat aliran sungai yang ada di sekitar lokasi mereka. Mereka rutin membersihkan serta mengedukasi warga sekitar untuk menjaga sungai, seperti tidak membuang sampah ke sungai,” terang Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Dalam Sekardadu, kata Ipuk, sekolah-sekolah (SD hingga SMA) dan perguruan tinggi diedukasi untuk menjaga kebersihan sungai. Mereka diberikan pengetahuan terkait menjaga ekosistem sungai.
“Intervensi sungai tersebut melibatkan 85 SD, 24 SMP, 11 SMSA, dan 9 Perguruan Tinggi. Ke depan, kita akan terus masifkan lagi hingga mencapai target 70.300 meter sungai yang akan dirawat,” jelas Ipuk.
BACA JUGA:
Sineas Muda Banyuwangi Buktikan Bisa Bikin Karya Menarik
Berjalan sekitar dua tahun, program ini telah memberikan dampak yang positif. Hasil monev hingga September 2023, telah merawat sebanyak 65 sungai dan saluran air sepanjang 29.700 meter.
Sekardadu, lanjut Ipuk, program ini menjaga dan merawat kebersihan sungai, mulai daerah tangkapan air (catchment area/hulu) hingga hilir. Menariknya, program yang dilaksanakan sejak 2022 ini menggerakkan lintas sektoral, termasuk sekolah dan pelajar untuk pelaksanaannya.
“Ini merupakan gerakan masif untuk membudayakan warga menjaga aliran sungai. Sungai dengan mata airnya sangat berperan dalam kehidupan,” kata ipuk.
Program yang digawangi Dinas PU Pengairan selain melibatkan sejumlah OPD, seperti Dinas PU Cipta Karya Perumahan dan Permukiman, Dinas Pendidikan, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan lainnya.
BACA JUGA:
Berkat Merawat Sungai, Banyuwangi Masuk 30 Besar Inovasi Pelayanan Publik Jatim 2023
Sementara itu, tim penilai pun mengapresiasi program ini. Salah satunya datang dari Rohman Budianto.
“Ini kerja peradaban yang luar biasa. Dengan membersihkan sungai Banyuwangi sedang menyiapkan lingkungan yang sehat untuk generasi selanjutnya,” kata Rohman.
“Dengan program ini, Banyuwangi benar-benar berusaha menjadikan sungai sebagai halaman depan kita. Ini sangat bagus,” sambung Didik Purwondanu, tim juri yang lain.
Didik juga berharap Banyuwangi bisa mengembangkan inovasi ini. “Tidak sekadar sungai dibersihkan, program ini harus dikembangkan. Misalnya menjadikan sungai sebagai project best learning tematik tentang lingkungan, utamanya ekosistem sungai,” katanya. [rin/beq]






