Malang (beritajatim.com) – Perpustakaan Universitas Islam Malang (Unisma) untuk pertama kalinya kini memiliki Duta Perpustakaan Unisma. Choirun Izag mahasiswa semester 7 resmi dinobatkan sebagai Duta Perpustakaan oleh Kepala Perpustakaan Unisma Dra. Lilik Firdaus, M.Si pada Sabtu (14/10/2023) di ballroom perpustakaan.
Dra. Lilik Firdaus, M.Si menjelaskan bahwa penunjukan Duta Perpustakaan Unisma adalah yang pertama kalinya. Menariknya, Duta Perpustakaan Unisma terpilih ini juga menjabat sebagai Duta Pustaka Jawa Timur.
“Dengan keberadaan Duta Perpustakaan Unisma yang pertama ini saya harap mahasiswa bisa semakin dekat dengan perpustakaan. Semoga bisa menginspirasi civitas akademika Unisma untuk memanfaatkan layanan dan fasilitas di perpustakaan,” ujar Lilik.
Tidak hanya penobatan Duta Perpustakaan, Perpustakaan Unisma juga memberikan penghargaan kepada peserta lomba video promosi perpustakaan dan presenter buku. Lomba tersebut diadakan dalam rangkaian hari kunjung perpustakaan 2023.

“Para pemenang kami pilih berdasarkan beberapa kriteria, yakni kualitas dan kreativitas, tema dan penyampaian materi serta like dan koment pemirsa. Disamping mengambil juara 1, 2 dan 3, kami juga apresiasi kepada setiap peserta agar bisa semakin familiar dengan perpustakaan,” kata Lilik.
BACA JUGA:
Datangkan Dosen Dari UPI Bandung, Mahasiswa PBSI Unisma Kembangkan Pembelajaran Inovatif
“Tidak hanya lomba kami juga adakan berbagai acara, seperti book fair dan apresiasi kepada pemustaka terbaik yang sudah kami adakan diawal acara Hari Kunjung Perpustakaan bulan September kemarin. Terakhir nanti bulan November ada Library Talk dengan NPTU dan UM,” lanjut Lilik saat diwawancara.
Sementara itu, Choirun Izag berbagi tentang gelar wicara dan gelar pustaka kepada audien yang hadir saat penobatan. Sebagai duta pustaka Jawa Timur ia juga ingin mengembangkan Perpustakaan yang ada di Unisma bahkan di berbagai daerah lain.
BACA JUGA:
Datangkan Praktisi, Mahasiswa PBSI Unisma Belajar Menulis Skenario Film
“Sebenarnya untuk acara resmi ikon Duta Perpustakaan ini masih coming soon. Nanti akan dikemas seperti pemilihan duta pada umumnya. Duta Perpustakaan ini nanti bertugas untuk mendekatkan mahasiswa dengan perpustakaan bisa jadi MC saat ada cara, pemandu tour, ambassador, influencer, dan lainnya,” ujar perempuan asal Dampit, kabupaten Malang ini.
Mahasiswa semester 7 itu berharap dengan adanya Duta Perpustakaan bisa membangu mindset tentang perpustakaan yang ‘asik’ di kalangan anak muda. Selain itu, dia ingin menjadi ambassador untuk mempengaruhi mahasiswa agar berkunjung ke perpustakaan dan memanfaatkan layanan maupun fasilitas yang ada.
“Perpustakaan itu bukan hanya pajangan atau tempat mengerjakan tugas, tetapi juga melingkupi banyak hal, seperti saya belajar bicara baik, punya banyak kosakata ya dari membaca, ingin cerdas berbahasa, atau menguasai dunia ya ayo membaca” ungkap Choirun Izag. [dan/beq]






