Surabaya (beritajatim.com) – Untag Surabaya meresmikan Grha Sarinah, penginapan untuk menampung mahasiswa S2, S3 dan dosen. Salah satu fasilitas unggulannya, yakni perpustakaan mini berisi koleksi buku Bung Karno.
Ketua Dewan Pembina YPTA Untag Surabaya Bambang DH mengatakan bahwa perpustakaan mini tersebut menjadi fasilitas unggulan yang dimiliki Grha Sarinah. Terlebih, koleksi bukunya khas dengan nilai patriotisme.
“Bagus ya, ada pojok-pojok bacanya. Misalnya, sambil menunggu dilayani resepsionis, ambil buku di situ. Buku-buku semacam itu kan juga tidak banyak orang punya,” ujar Bambang DH, Rabu (11/10/2023).
Ditambahkan Eddy Wahyudi, Direktur Umum dan SDM YPTA bahwa hadirnya perpustakaan itu sebagai upaya pihaknya dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, khususnya nilai-nilai Pancasila.
“Kita memang akan memperkaya literasi-literasi yang bernuansa kebangsaan. Prioritas utama memang buku koleksi itu yang berhubungan dengan rekam jejak patriotisme yaitu perjuangan bangsa kita,” katanya.

Sebagai negara kepulauan, multikultural dan multireligius, Indonesia rentan terpecah belah. Sehingga, adanya perpustakaan tersebut akan memberikan penguatan melalui buku-buku yang megedukasi tamu.
“Buku itu memang berhubungan dengan nilai-nilai bangsa kita. Jadi, untuk mengedukasi tamu biar tidak meninggalkan nilai-nilai kebangsaan itu, terutama nilai-nilai Pancasila,” jelas Eddy.
Guest House Grha Sarinah sendiri menjadi aset milik Untag Surabaya yang difungsikan bagi mahasiswa S2 dan S3 yang membutuhkan penginapan sementara untuk keperluan perkuliahan.
Lokasinya cukup strategis, yakni di Jalan Nginden, Surabaya, tepatnya di kawasan Perumdos Untag Surabaya. Lokasi tersebut relatif dekat dengan kampus, tempat ibadah, bahkan RS Haji.
Penginapan tersebut memiliki luas bangunan 500 meter secara keseluruhan. Tarif menginap juga terbilang murah, yaitu mulai dari Rp150-250 ribu saja. Perlu dicatat, Grha Sarinah juga diperuntukkan bagi masyarakat umum. [ipl/kun]
BACA JUGA: Untag Surabaya Tuan Rumah Bimtek LAM Infokom






