Blitar (beritajatim.com) – Segar dan nikmat, kesan itulah yang terasa saat pertama kali menenggak minuman legendaris dari Blitar, Es Pleret. Minuman yang sudah ada sejak puluhan tahun lamanya ini memang selalu menjadi buruan warga saat musim kemarau tiba.
Es pleret ini, memiliki rasa yang manis dan menyegarkan sehingga banyak disukai oleh masyarakat di daerah Blitar dan sekitarnya. Es Pleret merupakan salah satu kuliner legendaris khas Blitar yang sudah ada sejak 80-an.
Dinamakan Es Pleret karena dalam proses pembuatannya minuman ini menggunakan teknik Pleret atau ditekan hingga membentuk seperti bulatan.
Es Pleret sendiri merupakan minuman jadul yang berisi santan kelapa, gula merah, serta tepung beras yang sudah diolah sedemikian rupa dengan teknik Pleret hingga membentuk bulatan bulatan halus, yang kemudian ditambah dengan es batu.
Teknik penyajian dari Es Pleret ini juga cukup unik yakni Pleret dimasukkan ke dalam gelas kemudian ditekan tekan dengan menggunakan sendok barulah bulan tepung beras tersebut diberi gula Jawa cair kemudian disiram dengan kuah santan dan cendol, kemudian ditambahkan es batu.
BACA JUGA:
Kemarau Panjang, DKPP Kabupaten Blitar Klaim Tak Ada Gagal Panen
Di Blitar ada es pleret yang terkenal, yaitu es pleret pak Tjip. Es pleret pak Tjip ini sangat terkenal di Blitar. Karena si penjual bernama pak Tjip warga Blitar menyebut es pleret ini dengan es pleret Pak Tjip.
Es Pleret Pak Tjip salah satu penjual es pleret yang legendaris di Kota Blitar. Pak Tjip (70) penjual es pleret ini mengaku sudah 33 tahun berjualan es pleret. Ia berjualan es pleret dulunya berkeliling dengan mendorong gerobak esnya.
Selama 31 tahun ia berjualan keliling, namun 2 tahun ini ia sudah berjualan menetap. Tempat ia berjualan tepat berada di timur Kantor Pemkot Kota Blitar, atau sebelah baratnya Patung Pecut yang berada persis depan Alun-alun Kota Blitar.
“Awal saya jualan dulu berkeliling selama 31 tahun, tapi 2 tahun terakhir ini saya sudah menetap jualan es pleret disini,” ujar Pak Tjip.
Es pleret ini ia jual dengan harga Rp 5 ribu satu porsinya. Bahkan menurut pengakuan pak Tjip, es pleret sudah ada sebelum ia menjual minuman ini pertama kali sejak tahun 1990.
BACA JUGA:
El Nino, 3 Desa di Blitar Selatan Dilanda Kekeringan Warga Andalkan Bantuan Air Bersih
“Es pleret ini sudah ada sejak jaman dulu. Saya berjualan es pleret sudah 33 tahun dan es pleret ini sudah ada jauh sebelum saya berjualan,” katanya.
Untuk bahan dasarnya, pleret terbuat dari tepung beras dan biasanya diberi pewarna seperti merah, putih atau hijau agar lebih menarik dilihat. Hal yang membuat rasa manisnya khas, es pleret disajikan dengan gula jawa yang telah dicairkan atau sering disebut juruh oleh orang Jawa sebagai bahan pemanis alami minuman tersebut. Selanjutnya pleret yang sudah diberi juruh diberi kuah santan untuk memberi rasa gurih dan tambahan potongan es batu sehingga menyegarkan dahaga.
Beberapa penjual es pleret di Blitar biasanya mengkombinasikan minuman ini dengan tambahan bahan lain seperti mutiara, dawet, serabi, cendol, dan lainnya untuk membuatnya semakin segar. Biasanya orang yang menikmati es pleret akan senang saat merasakan sensasi manis dari juruh atau gula jawa saat menggigit pleret ditambah perpaduan gurih kuah santan yang membuatnya semakin nikmat. [owi/beq]






