Surabaya (beritajatim.com) – Pada menit ke-32 dalam pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung, terjadi insiden di mana Paulo Victor tampak sangat emosional, mengeluarkan rasa frustrasinya dengan menyemprotkan botol air minum ke tepi lapangan. Reva Adi, kapten tim, berupaya meredamnya.
Pelatih Persebaya, Josep Gombau, mengkonfirmasi bahwa Paulo saat itu merasa marah. Hal ini disebabkan oleh keputusan pelatih asal Spanyol tersebut untuk menggantikan Victor dengan Bruno Moreira sebagai eksekutor tendangan penalti.
“Victor meminta untuk menjadi eksekutor tendangan penalti, tetapi saya menolak dan memilih untuk menggantinya dengan Bruno yang melaksanakan tugas itu. Itu adalah keputusan saya, dan itulah sebabnya dia marah,” ungkap Gombau.
Gombau menjelaskan bahwa dalam tim Persebaya, semua keputusan ada di tangannya sebagai pelatih kepala, karena itu adalah haknya untuk memutuskan siapa yang akan menjadi eksekutor tendangan penalti.
“Semua keputusan ada di tangan pelatih, karena saya yang memiliki wewenang di tim ini,” tambahnya.
Sebelum insiden ini, situasi yang tidak menyenangkan terjadi saat persiapan untuk eksekusi tendangan penalti. Paulo Victor tampaknya sudah bersiap-siap untuk menendang bola, tetapi tiba-tiba pelatih mengganti posisinya dengan Bruno sebagai eksekutor.
Tentu saja, Paulo Victor terlihat sangat kesal dengan keputusan yang diambil oleh pelatih Gombau. Meskipun Gombau memberikan penjelasan, Victor masih tetap marah dan akhirnya membuang botol air minum, sebelum akhirnya ditenangkan oleh kapten tim, Reva Adi. (way/kun)
BACA JUGA: Persib Akui Persebaya Sulit Ditundukan dengan Serangan Cepat






