Banyuwangi (beritajatim.com) – Program bantuan bagi warga pelaku usaha ultra mikro di Banyuwangi kembali disalurkan. Ada ratusan warga yang kali ini mendapatkan bantuan dari program bernama Warung Naik Kelas (WeNak) tersebut. Bantuan itu berupa uang senilai Rp 1 Juta.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut, bantuan WeNak merupakan stimulus bagi warga.
“Semoga bantuan ini bisa menstimulus usaha bapak dan ibu untuk bisa berkembang lagi. Dengan bantuan alat usaha yang diberikan, semoga kondisi warung bisa menjadi lebih baik, bersih, sehingga pelanggannya makin banyak, pendapatannya juga bertambah,” kata Bupati Ipuk.
Salah satu penerima bantuan itu adalah Alfandi (63). Laki-laki paruh baya itu mengaku akan mempergunakan bantuan tersebut untuk menambah modal usaha.
“Untuk tambahan modal jualan. Buat beli beras, sehingga jualannya lebih banyak,” ungkap pembuat lontong asal Kecamatan Purwoharjo tersebut.
BACA JUGA: Asap Karhutla Gunung Lawu Dekati Wisata Kebun Teh Jamus Ngawi
Senada dengan Alfandi, penerima bantuan WeNak lainnya Bambang (45 tahun) juga demikian. Pemilik warung kelontong itu akan memanfaatkan bantuan tersebut untuk menambah barang dagangan.
“Buat ngisi warung. Juga beli kompor buat jualan kopi. Jadinya warung saya juga bisa buat warung ngopi,” kata Bambang sambil tersenyum.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi Nanin Oktaviantie menambahkan, bahwa program WeNak tersebut tidak hanya bersumber dari APBD.
“Kita juga menerima program CSR dari beberapa pihak. Seperti tahun ini, selain 578 yang terealisasi dari APBD, ada juga bantuan dari pihak lain,” jelasnya.
Selain dengan WeNak, kata Nanin, untuk menunjang program kerja Bupati Banyuwangi dalam mengakselerasi ekonomi arus bawah, telah dilakukan sejumlah pelatihan dan pendampingan.
BACA JUGA: Kekeringan di Ponorogo Meluas, Droping Air Bersih ke 9 Dusun
“Pada tahun ini kita akan melatih 2.595 orang untuk berwirausaha sekaligus akan diberikan bantuan alat usaha penunjangnya,” jelasnya.
Ongkos kirim gratis bagi pelaku UMKM juga dilakukan kembali dengan menyasar 500 UMKM. Seiring dengan fasilitasi pengurusan administrasi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) kepada para pelaku UMKM.
“Kami juga memfasilitasi sertifikasi halal bagi UMKM. Lebih dari seribu pelaku usaha jecil yang mengikuti program ini,” kata Nanin. (rin/nap)






