Jember (beritajatim.com) – Rapat koordinasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) digelar di kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (5/10/2023) pagi. Malam harinya, kebakaran hutan terjadi di lereng Argopuro.
Rapat koordinasi ini diikuti 20 pemangku kepentingan antara lain Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Perhutani, PT Perkebunan Nusantara X, XI, dan XII, dan sejumlah perkebunan swasta dan milik daerah. Semua pemangku kepentingan menyatakan kesiapan untuk mengantisioasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing.
Jauh-jauh hari manajemen Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan milik Pemerintah Kabupaten Jember sudah melakukan sekian antisipasi kebakaran hutan dan lahan. Tanggal 8 September 2023, Direktur Utama Kahyangan Sofyan Sauri mengeluarkan surat edaran kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Ada tujuh poin dalam surat edaran tersebut. Pada poin keenam, Sofyan memerintahkan semua petugas, terutama petugas keamanan kebun, untuk melakukan patroli dan mengantisipasi. Mereka diminta mendeteksi lahan-lahan yang rawan terbakar.
“Apabila terjadi kebakaran, bersikap tenang dan tidak panik. Segera lakukan upaya pengendalian. Hubungi layanan petugas pemadam kebakaran,” kata Sofyan.
Pukul sembilan malam, tersebar kabar bahwa hutan di lereng Argopuro terbakar. Api terlihat seperti cahaya terang dari pemukiman warga dan bahkan dari kawasan kota. “Kelihatan sangat luas dan membahayakan. Kelihatannya yang terbakar lereng terjal atau vertikal,” kata Muhamma Zainal Abidin Djalal, mantan bupati Jember di grup WhatsApp Paguyuban Jember.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember segera bergerak ke lokasi kebakaran bersama sejumlah kelompok relawan. Bared Rescue mengirimkan delapan personel ke lokasi. “Kami membawa kendaraan 4WD dan sepeda motor trail karena kemungkinan lokasinya sulit dijangkau,” kata Ketua Bared Rescue David Handoko Seto.
Lokasi pasti kebakaran sempat menimbulkan tanda tanya dan spekulasi. Informasi dari tim Desa Tangguh Bencana (Destana) Suci Kecamatan Panti, kebakaran berada di lereng Gunung Wenden, di wilayah Kecamatan Bangsalsari, dan masih termasuk kawasan pegunungan Argopuro.
Sementara itu, informasi yang diterima Beritajatim.com, lokasi kebakaran masuk wilayah Kecamatan Bangsalsari di kawasan Pondok Wero. Sejumlah informasi sempat muncul di masyarakat, bahwa kebakaran terjadi di kawasan hutan Perhutani petak 74.
Informasi awal ini juga diterima Bupati Hendy Siswanto. “Saya juga sudah melaporkan kepada Ibu Gubernur, bahwa lokasi kebakaran diperkirakan di lahan Perhutani dan perkebunan swasta,” katanya.
Sofyan Sauri mengatakan, kebakaran terjadi di barat daya Kebun Gunung Pasang. “Itu kelihatannya di areal Perhutani. Tadi jam tujuh malam, teman-teman mengecek, ternyata di luar PDP,” jelasnya.
Kendati lega karena lokasi titik api masih jauh dari kawasan Kebun Gunung Pasang yang merupakan wilayah Kahyangan, Sofyan tetap waspada. “Tapi kami tetap waspada karena api merambat cepat. Kawan-kawan saya perintahkan berjaga dan terus memonitor,” katanya.
Namun Kepala Perhutani Jember Imam Suyuti menyatakan, kebakaran berada di luar kawasan Petak 74. “Berdasarkan info tim di lapangan, kebakaran berada di atas petak 74 atau masuk hutan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam, red). Titik api tidak masuk di overlay peta perhutani. Hutan BKSDA tidak masuk di peta hutan Perhutani,” katanya.
Imam sendiri belum bisa memperkirakan berapa jauh jarak titik api dengan kawasan Perhutani. “Malam hari, Pak. Belum bisa diprediksi. Apalagi lokasi curam,” katanya.
Imam terus berkomunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, “Kami juga sudah membantu pemadaman,” katanya.
Bupati Hendy Siswanto merespons kejadian itu dengan mengeluarkan perintah kepada seluruh pejabat dan camat di Jember Kamis malam itu juga via WhatsApp. “Kepada teman-teman semua. Mohon doa dan mohon bantuan, tetap waspada kepada semua camat. Instruksikan kepada kades-kades untuk hati-hati,” katanya
“Panasnya tinggi sekali beberapa hari ini. Saat ini terjadi kebakaran di kaki Argopuro. Tempatnya mungkin di daerah lahan Perhutani dan lahan swasta, Cuma titik tepatnya kita masih mencari. Teman-teman sudah meluncur semua ke lokasi,” kata Hendy.
“Terutama di daerah Panti, warga tolong diamankan. Tolong dicek lagi Pak Camat dan juga perhatian untuk kawan-kawan camat yang lain, para OPD (Organisasi Perangkat Daerah), mohon waspada dan bantuannya sewaktu-waktu,” kata Hendy.
Hendy sudah melaporkan kebakaran ini kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa via pesan WhatsApp. “Teman-teman BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) saat ini meluncur ke lokasi. Perkembangan berikutnya segera kami laporkan,” katanya.
Jelang subuh, Hendy mendapat laporan pemantauan di pegunungan Hyang Argopuro lereng Selatan dari titik pantau Desa Pakis, Kecamatan Panti, yang dilakukan pada pukul 01.30 WIB, Jumat (6/10/2023). Laporan itu menyatakan lokasi kebakaran di wilayah Pondok Wero Petak 74 Hutan Lindung BKSDA masuk wilayah KPH Badean, Kecamatan Bangsalsari di KPH lereng yang barat yang miring ke timur.
Akses termudah dan terdekat dengan kokasu kebakaran adalah melalui perkebunan Widodaren milik PT LDO dengan rute Desa Badean – Gligir sapi – pertigaan ke kiri lintas sungai Tanggul. Dari Gligir sapi dibutuhkan tiga jam perjalanan berjalan kaki, karena jalan setapak.
Jarak lokasi kebakaran dengan permukiman warga terdekat yakni perkebunan Widodaren sekitar lima kilometer dan dengan Kahendran Pakis sekitar sembilan kilometer. Sementara itu pemukiman paling atas membutuhkan jarak tempuh berjalan kaki sekitar satu hari lebih. [wir]






