Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum IMI Kota Surabaya, Rinto AR, telah mengumumkan secara resmi bahwa pelantikannya akan ditunda hingga tanggal 6 Oktober 2023. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI), yang dianggap sebagai momen penting.
Rinto AR juga menyebutkan bahwa acara pelantikan nanti akan dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Digital dan IT IMI Pusat, yaitu Tengku Irvan Bahran. Selain itu, Ketua Umum IMI Jatim, Bambang Haribowo, akan memimpin pengukuhan kepengurusan IMI Kota Surabaya.
Sesuai rencana, Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, akan menjadi saksi langsung dalam acara pelantikan, bersama dengan Forkopimda Surabaya, berbagai organisasi profesi dan usaha di Kota Surabaya, serta pemangku kepentingan dalam industri otomotif dan pariwisata di Kota Surabaya.
“Saat pelantikan nanti, semua pihak yang terlibat dalam dunia otomotif di Surabaya juga akan turut hadir. Mereka sudah mengonfirmasi ke panitia. Ini merupakan wujud dukungan yang penting untuk pengukuhan IMI Surabaya,” ungkap Samsurin, Sekretaris Umum IMI Surabaya.
Selain pelantikan, IMI Kota Surabaya juga akan melakukan deklarasi “Otomotif Suroboyo Wani Jogo Suroboyo” oleh para praktisi otomotif. Deklarasi ini dianggap sebagai langkah awal untuk menghidupkan kembali industri otomotif di Kota Pahlawan.
“Saat kami resmi dikukuhkan, kami yakin bahwa industri otomotif di Surabaya akan semakin berkembang pesat. Kami memiliki banyak program yang akan kami jalankan bersama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudporapar). Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan potensi dalam dunia otomotif, baik dalam bidang prestasi maupun hobi, sehingga para pelaku otomotif di Surabaya dapat beraktivitas secara terpusat di Sirkuit Bung Tomo, dan tidak akan ada lagi balapan ilegal di jalan raya,” jelas Samsurin. (way/kun)
BACA JUGA: Pengurus Kota IMI Surabaya Resmi Terbentuk, Ini Target 2023






