Ponorogo (beritajatim.com) – Memprogramkan untuk meningkatkan mutu pendidikan itu, harus sesuai yang dibutuhkan. Janganlah sampai ke kebutuhan tersier.
Untuk melangkah, selain berjalan dengan bingkai aturan dan ketentuan, yang tak kalah penting juga dengan moral dan nilai rasa.
Dua hal itulah yang ditekankan oleh Bupati Sugiri Sancoko saat mengumpulkan 56 kepala sekolah SMP Negeri se- Ponorogo di aula SMPN 2 Ponorogo.
Orang nomor satu di Kabupaten Ponorogo itu, memberikan wejangan kepada para kepala sekolah itu, imbas dari viralnya permintaan sumbangan SMPN 1 Ponorogo kepada wali murid kelas VII untuk pembelian mobil Innova.
Dimana pembelian mobil itu, dinilai oleh publik terlalu memaksakan, sehingga permintaan sumbangan itu sudah ditentukan nominalnya sebanyak Rp 1,6 juta per wali murid.
“Sesuai aturan memang diperbolehkan untuk penarikan sumbangan kepada wali murid untuk peningkatan mutu sekolah. Namun, diluar ketentuan dan aturan yang memperbolehkan itu, tetap juga harus dibingkai dengan moral dan nilai rasa,” ungkap Bupati Sugiri Sancoko, ditulis Kamis (05/10/2023).
Di sela-sela wejangan dari Kang Giri sapaan karib Bupati Sugiri Sancoko, juga diwarnai drama mundurnya kepala sekolah SMPN 1 Ponorogo Imam Mujahid. Ia merasa bertanggungjawab atas semua kegaduhan yang ditimbulkan dari permintaan sumbangan untuk beli mobil Innova dari komite sekolah kepada wali murid kelas VII.
“Sementara kita keep dulu, jangan bergerak, jangan sampai ada beli mobil. Kalau untuk kebutuhan alat musik dan komputer, ke depan akan kita musyawarahkan kembali,’ ungkap Sugiri.
Ia mengakui bahwa bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah, belum bisa untuk mengatasi biaya untuk peningkatan mutu siswa dan sekolah. Oleh karena ini, ada aturan yang memperbolehkan untuk penarikan sumbangan.
Namun, peran serta dari masyarakat maupun wali murid harus dilibatkan untuk program peningkatan mutu tersebut. Sehingga harus memprogramkan yang benar-benar dibutuhkan. Selain itu, yang namanya sumbangan, tidak harus memperlihatkan nominal. Harus sumbangan yang tidak memberatkan wali murid.
“Ayo bersama untuk lebih arif dan bijak. Karena pendidikan adalah benteng moral, benteng menuju gerbang peradaban yang lebih baik. Harus uswah atau menjadi contoh yang baik,” pungkasnya. (end/ted)






