Probolinggo (beritajatim.com) – Sejumlah pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Suroyo ditertibkan dan dipindahkan oleh pemerintah Kota Probolinggo. Hal ini dilakukan karena kawasan tersebut merupakan Kawasan Tertib Hukum dan Tertib Lalu Lintas.
Ada setidaknya 47 PKL yang dipindahkan, di empat titik yang telah disiapkan. Keempat titik tersebut yakni berada di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL), depan pasar Mangunharjo, Pujasera Alun-alun Kota Probolinggo, dan pasar baru niaga.
Namun beberapa PKL yang berada di kawasan TWSL juga mengkhawatirkan sepinya pembeli. Hal ini dikarenakan sebelumnya kawasan tersebut tak banyak orang yang menghabiskan waktunya.
“Iya kalau dibilang enak sih lebih nyaman di Suroyo, tapi kita liat ke depannya semoga banyak peminat di lokasi baru ini,” kata Yunas salah satu pemilik angkringan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Kota Probolinggo, Erwan Kiswandoko mengatakan bahwa kawasan jalan Suroyo harus di sterilkan. Namun pemerintah Kota Probolinggo tetap mendukung adanya para UMKM.
BACA JUGA:
DKUPP Kabupaten Probolinggo Bakal Tertibkan Koperasi
Sehingga Pemkot Probolinggi telah menyiapkan tempat bagi para pedagang kaki lima seperti angkringan. Bahkan dalam tempat yang sudah disediakan Pemkot juga memberikan fasilitas seperti air dan listrik bagi para pedagang.
“Karena sebagai fungsi pembinaan dan penataan PKL, kami menyediakan tempat untuk mereka, khususnya PKL angkringan. Juga untuk meningkatkan pendapatan mereka selaku pelaku usaha di Kota Probolinggo,” jelas Erwin. [ada/but]






